SATELITNEWS.COM, LEBAK–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak mulai mematangkan rencana mengubah Pasar Semi di Desa Narimbang Mulia, Kecamatan Rangkasbitung, menjadi pasar induk. Kehadiran pusat distribusi komoditas pangan itu diharapkan mampu memangkas rantai pasok, memperkuat posisi petani lokal, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pasar Semi yang berdiri di atas lahan sekitar tiga hektare tersebut diproyeksikan menjadi sentra perdagangan berbagai komoditas pangan, seperti sayuran, buah-buahan hingga kebutuhan pokok. Nantinya, pasar induk itu tidak hanya melayani kebutuhan masyarakat Kabupaten Lebak, tetapi juga menyasar wilayah penyangga di Banten dan Jawa Barat.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Lebak, Widy Ferdian mengatakan, selama ini distribusi hasil pertanian dari Lebak dinilai belum efisien. Sebab, sebagian komoditas terlebih dahulu dikirim ke Pasar Induk Tanah Tinggi, Tangerang, sebelum kembali dipasarkan ke sejumlah pasar di Lebak.
Kondisi tersebut, kata dia, membuat biaya distribusi membengkak sehingga berdampak pada harga jual di tingkat pedagang maupun konsumen. “Otomatis dari sisi harga pasti lebih tinggi karena jarak transportasi lebih jauh. Dengan keberadaan pasar induk di kita maka pedagang eceran, bakulan dan sebagainya bisa membeli dengan harga lebih terjangkau sehingga bisa dijual ke masyarakat lebih murah,” ujar Widy, Kamis (9/7/2026).
Menurutnya, keberadaan pasar induk di Lebak juga berpotensi menjadi magnet perdagangan regional. Selain memenuhi kebutuhan masyarakat setempat, pasar tersebut diperkirakan mampu menarik aktivitas jual beli dari daerah lain seperti Pandeglang, Kabupaten Tangerang, Bogor hingga Serang.
Semakin tingginya aktivitas perdagangan diyakini akan memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah. Sektor transportasi, jasa, hingga usaha pendukung lainnya diperkirakan ikut berkembang seiring meningkatnya arus distribusi barang. “Ya jadi bukan hanya Lebak, tapi bisa menarik daerah lain sehingga jadi daya tarik. Ini tentu akan ada dampak ekonominya, mulai dari transportasi, akomodasi dan lain-lain,” katanya.
Baca Juga: Pemkab Lebak Terima Bantuan 905 Unit PJU
Saat ini, Pemkab Lebak masih membahas pola kerja sama dengan calon investor yang akan mengelola pasar tersebut. Sejumlah skema tengah dikaji, mulai dari sistem sewa hingga pola bagi hasil, agar menghasilkan kerja sama yang saling menguntungkan.
“Komunikasinya sedang pendalaman, artinya kan perlu bagaimana kerja samanya. Apakah skemanya sewa tahunan atau bagi hasil, itu yang masih didalami. Mudah-mudahan tahun ini sudah selesai penentuan pihak ketiganya,” ungkap Widy.
Ia menambahkan, investor juga berencana membangun sistem rantai pasok yang lebih tertata. Dengan begitu, petani memiliki kepastian pasar, sementara pedagang memperoleh pasokan barang yang lebih stabil. “Kami melihat bahwa juga ada rencana bahwa investor ini akan memperbaiki tata kelola supply chain dari petani, pedagang ke pembeli. Jadi petani juga ada kepastian terkait penjualan,” pungkasnya.(mulyana)




























