SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG — Kepala Desa (Kades) Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Wahyu Kusnadihardja menyatakan, pihaknya mulai mengembangkan perkebunan kopi dengan memberdayakan masyarakat sekitar.
Katanya, sejak tahun 2022 sampai saat ini permintaan kopi puhu jenis arabusta semakin meningkat. Bahkan, hasil panen maksimal di tahun 2025 yaitu sekitar 20 ton, belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan pasar.
Menurutnya, melalui pemberdayaan masyarakat terkait perkebunan kopi itu, diharapkan juga akan berdampak terhadap peningkatan perekonomian masyarakat.
“Kopi yang kami petik dari kebun, di produksi menjadi kopi puhu. Dan Alhamdulillah, permintaan pasar terus meningkat,” kata Wahyu, Selasa (14/7/2026).
Pangsa pasar kopi puhu, menurutnya, bukan hanya di wilayah Pandeglang dan Banten. Namun, diluar Banten bahkan keluar negeri. Dengan demikian, pihaknya bertekad untuk terus mempertahankan produksi kopi puhu itu.
Di sisi lain, tambahnya, petani kopi di Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, juga terus bertambah.
Baca Juga: Saat MPLS, Madrasah Al – Latief Pandeglang Gelar Doa Bersama dan Upacara
“Saat ini, sudah lebih dari 60 orang petani kopi yang kami berdayakan. Semoga ini mendapat dukungan dari semua pihak terkait, agar masyarakat juga dapat lebih mandiri secara ekonomi,” tambahnya.
Sementara, seorang pembeli kopi puhu asal Kota Serang, Edi Humaedi mengaku, kopi puhu dari Desa Bandung, Kecamatan Banjar itu berbeda dengan kopi – kopi lainnya yang pernah ia minum.
“Kemasannya saya lihat biasa saja, tapi pas di seduh dan di minum, rasanya mantap,” ujar Edi.
Kesan pertama ia merasakan kopi puhu itu, sudah sangat terasa. Bahkan, ia mengakui, kopi puhu sangat potensial untuk dikembangkan ke pangsa pasar lain.
“Ini Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat potensial untuk dikembangkan. Apalagi, proses pemasarannya juga hebat,” tukasnya. (mardiana)




























