SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Hari Raya Idul Adha akan jatuh pada 31 Juli mendatang. Lantaran masih di tengah pandemi Covid-19, Pemerintah Kota Tangerang meminta masyarakat tetap memperhatikan protokol kesehatan saat akan pelaksanaan salat Idul Adha maupun pemotongan hewan kurban.
Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah mengimbau masyarakat untuk melaksanakan salat tidak hanya dilakukan di satu titik lokasi saja. Lokasi salat Idul Adha diharapkan dapat diperbanyak agar tidak terjadi penumpukan. Sehingga protokol kesehatan, pembatasan jarak atau physical distancing antar jamaah tetap konsisten.
“Untuk pelaksanaan salat Idul Adha telah kita bahas, dan saya sudah minta lokasinya diperbanyak bisa di tempat lainnya, seperti musala, hingga lapangan. Intinya, physical distancing atau jaga jarak ini bisa tetap terjaga,” ujar Arief, Minggu (19/07).
Kemudian saat penyembelihan hewan, hal serupa juga akan diterapkan. Selain harus menjaga protokol kesehatan serta memperbanyak lokasi penyembelihan hewan. Arief juga menginstruksikan kepada seluruh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di Kota Tangerang agar proses pembagain hewan kurban tidak dilakukan seperti tahun sebelumnya, penerima mengambil jatah daging ke lokasi pemotongan. Namun, DKM memberikan jatah daging hewan kurban langsung ke rumah penerima. Sehingga tidak terjadi penumpungan di satu titik lokasi pengambilan hewan daging. “Pada proses pembagiannya, kami minta tidak lagi di satu tempat, melainkan panitianya ini harus membagikan keliling alias door to door,” ujarnya.
Hal senada diungkapkan oleh Ketua DKM Masjid Al Adzom, Ahmad Chairudin. Dia menjelaskan, rencananya salat Idul Adha akan tetap dilaksanankan namum kapasitasnya akan dikurangi. Hanya boleh diikuti oleh 50 persen jamaah saja dari kapasitas Masjud Al- Azhom.
“Kapasitas masjid untuk 10 ribu orang akan dibatasi menjadi hanya 5 ribu orang saja. Protokol kesehatan pun diterapkan seperti penyemprotan disinfektan di area masjid dan menyediakan tempat cuci tangan,” jelasnya.
Baca Juga: Peduli Sesama, Ratusan Warga Sekitar SPPG Karya Bakti Jiput Pandeglang Terima Daging Kurban
Kendati, Masjid Al-Azhom tidak menggelar kegiatan pemotongan hewan kurban seperti tahun sebelumnya. Pemotongan kurban dikembalikan ke masjid atau musala di lingkungan warga masing-masing. “Tahun ini tidak ada pemotongan hewan kurban, biar tidak ada kerumunan,” ungkap Chaerudin. (irfan/made)
