SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemprov Banten masih kekurangan tenaga penyuluh pertanian, dengan status Pegawai Negeri Sipil (PNS). Idealnya, Dinas Pertanian (Distan) memiliki 1.150 tenaga penyuluh, namun saat ini hanya ada sekira 535 tenaga penyuluh
Kepala Bidang (Kabid) Penyuluhan Pertanian Distan Provinsi Banten Erry Yanuar mengakui pihaknya masih kekurangan tenaga penyuluh pertanian. Saat ini, pihaknya hanya memiliki 535 tenaga penyuluh yang bertugas mendampingi 9.196 lebih kelompok tani di delapan kabupaten/kota di Banten.
“Jumlah itu terus berkurang karena banyak yang pensiun, 536 orang itu tahun ini, sebelumnya ada 636 orang, jadi semakin berkurang,” katanya, Kamis (4/6/2026).
Dia mengaku, ada beberapa upaya untuk menutupi kekurangan tenaga penyuluh tersebut, yaitu sebagaimana dituangkan dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 tahun 2025 tentang Penguatan Peran Penyuluh Pertanian Swadaya.
“Langkah ini diambil untuk mengatasi keterbatasan jumlah penyuluh pertanian ASN yang mengalami penurunan akibat peralihan ke jabatan fungsional lainnya,” tambahnya.
Hasilnya, kata dia, saat ini pihaknya menggandeng penyuluh pertanian swadaya sebanyak 690 orang dan bertugas mendampingi ribuan poktan di delapan kabupaten/kota di Banten. Meskipun ada tambahan penyukuh swadaya, namun hal itu masih kurang untuk memaksimalkan hasil pertanian di Banten.
“Kedepan akan dilakukan optimalisasi kapasitas penyuluh swadaya melalui pembinaan dan bimbingan teknis berkelanjutan,” ujarnya.
Dia mengatakan, keterbatasan itu menyebabkan pengolahan lahan pertanian menjadi kurang maksimal, karena informasi yang seharusnya sampai kepada para petani terhambat. Oleh karena itu, penyuluh memiliki peran penting dalam membantu para petani.
“Ilmu para petani dalal bertani memang sudah ada sejak dulu. Tapi melalui penyuluh, ada informasi yang bisa dijadikan dasar untuk memaksimalkan hasil pertanian,” pungkasnya.
“Misalnya, jika biasanya petani bisa panen lima ton dalam sekali panen, jika menggunakan metode yang baik bisa sampai sepuluh ton. Nah inilah tugas penyuluh,” tuturnya.
Anggota Gapoktan Kecamatan Pamarayan, Juhdi mengatakan, keberadaan penyuluh cukup penting untuk membantu para petani dalam mengolah lahan maupun dalam memanfaatkan fasilitas pertanian lainnya.
“Penting sekali, karena kan kalau ada apa-apa kita ngadu ke pnyuluh supaya ada solusi. Baik itu soal alat pengolah lahan, bibit, pupul, dan lainnya,” ujarnya.
Dadang, anggota Poktan Desa Bojongpandan, Kecamatan Tunjungteja mengatakan hal senada. Selama ini, penyuluh pertanian memiliki peran penting dalam melakukan pendampingan terhadap para petani.
“Jadi tukar ilmu antara praktik dan teori. Bukan itu saja, penyuluh juga selalu membantu kami ketika memang ada persoalan dilapangan, ya banyaklah manfaatnya,” imbuhnya. (adib)
