SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Krisis air bersih di Provinsi Banten semakin meluas. Sebanyak 140 titik dari total cakupan wilayah empat kota/kabupaten di daerah itu dilanda krisis air bersih akibat kekeringan dampak musim kemarau ekstrem 2026.
“Wilayah Provinsi Banten tercatat ada sekitar 140 titik di berbagai kabupaten/kota di luar Kota Tangerang yang belum mencatatkan data kekeringan, itu mengalami krisis air bersih,” kata Gubernur Andra usai menyalurkan bantuan air bersih di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Selasa (28/7/2026).
Ia mengatakan, bahwa memasuki musim kemarau saat ini diprediksi sebagai yang terpanjang dalam beberapa tahun terakhir, sehingga memicu potensi kekeringan yang sangat besar.
Menurut dia, di Provinsi Banten yang mencakup empat kota dan kabupaten secara merata mulai mengalami krisis air bersih. Hanya saja, ada satu wilayah yakni Kota Tangerang belum dilaporkan mengalami dampak dari kemarau tersebut. “Tapi yang pasti saat ini di daerah, kami sudah melakukan beberapa upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Seperti contoh di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang sudah berikan bantuan,” tuturnya.
Ia bilang, sebagai langkah penanganan dalam mengatasi kedaruratan tersebut, pemerintah daerah bersama instansi terkait tengah menggenjot upaya penanggulangan bencana dengan mendistribusikan bantuan.
Di mana, lanjutnya, pihaknya akan memastikan pasokan air bersih terus disuplai setiap hari melalui PDAM ke wilayah-wilayah yang mengalami krisis air.
Baca Juga: Disnaker Kabupaten Tangerang Matangkan Pembentukan Tim Deteksi Dini Kerawanan Ketenagakerjaan
Selain pengiriman bantuan air bersih secara berkala, pemerintah juga tengah berkoordinasi dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk meneliti titik kedalaman tanah guna pembuatan sumur bor baru sebagai solusi jangka panjang bagi kebutuhan air minum masyarakat. ”Kami menghimbau seluruh aparat dan pihak terkait untuk terus memantau serta menindaklanjuti setiap laporan kekeringan di lapangan,” tuturnya.
Dia menambahkan, untuk karakteristik wilayah tertentu di Banten kerap mengalami dua kondisi ekstrem secara bergantian, yakni kekeringan saat musim kemarau dan potensi banjir ketika musim hujan tiba. ”Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan agar masyarakat tetap mendapatkan hak dasar mereka, khususnya ketersediaan air minum di tengah cuaca ekstrem ini,” kata dia.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Banten bersama Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mendistribusikan sebanyak 30.000 liter air kepada masyarakat di Kelurahan Kaduagung dan Desa Margasari, Kecamatan Tigaraksa.
“Hari ini saya dengan Pak Bupati mengunjungi beberapa wilayah yang mengalami kekeringan sambil membawa bantuan air dan kita pastikan bahwa disampaikan oleh Pak Bupati tadi, setiap hari itu selalu disuplai air dari PDAM. Hari ini kurang lebih sekitar 30.000 liter,” kata Gubernur.
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menambahkan, sebagai penanganan jangka pendek distribusi air bersih akan terus dilakukan secara rutin melalui Perumda Tirta Kerta Raharja agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau. Untuk jangka panjang Pemkab Tangerang akan membangun sumur bor agar masyarakat bisa mendapatkan air bersih. Menurutnya, musim kemarau tahun ini merupakan salah satu yang paling panjang dan terik dalam beberapa dekade terakhir sehingga potensi kekeringan meningkat di berbagai daerah.
“Nantinya ada pembangunan toren dan pengeboran sumur yang dikerjakan bersama agar tidak tumpang tindih. Yang paling penting, kebutuhan air bersih masyarakat dapat segera teratasi,” ungkapnya.
Baca Juga: 529 KK di Kabupaten Tangerang Protes Ketidaksesuaian Desil DTSEN
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah menambahkan, selain rencana pembanguna sumur air dan toren, Pemkab Tangerang juga tengah membangun embung yang direncanakan pada 2027 sudah dapat dioperasikan. “Kita juga sedang on program pembangunan embung, Insya Allah 2027 sudah bisa beroperasi. Adapun embung-embung itu berada di Tigaraksa dan Cikupa. Selain dapat mengantisipasi banjir juga dapan menjadi penampungan air ketika musim kemarau,” ujarnya.
Salah seorang warga Kelurahan Kadu Agung, Siti Juleha, mengaku bersyukur atas bantuan air bersih. ”Alhamdulillah kami sangat senang mendapatkan bantuan air bersih. Saat musim kemarau ini kami memang mengalami kekeringan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Tangerang dan Pak Gubernur atas kepeduliannya kepada masyarakat,” ucapnya. (alfian/dm)
























