Rabu, 7 Oktober 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

Kakek Penjual Kangkung di Lebak Ikat Perut Tahan Lapar

Oleh Made Nusantara
Rabu, 29 Jul 2026 19:03 WIB
Rubrik Banten Region, Headline, Kabupaten Lebak
Kakek Penjual Kangkung di Lebak Ikat Perut Tahan Lapar
FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, LEBAK – Seutas kain melilit kencang di perut seorang lelaki tua. Tubuhnya renta, langkahnya tak lagi tegap. Di hadapannya, hanya ada seikat kangkung segar yang hendak dijual untuk menyambung hidup. Di tengah kesulitan itu, Madhalim, (86), warga Desa Kertaraharja, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, memilih mengikat perutnya untuk menahan rasa lapar.

Bahkan, sebagian kangkung yang seharusnya dijajakan kepada pembeli terpaksa dimakannya mentah sekadar untuk mengganjal perut.

Kisah pilu Madhalim kemudian viral setelah diunggah akun Instagram @respekpeduli.lebak. Video tersebut sontak mengundang perhatian publik sekaligus membuka sisi lain kehidupan seorang lansia yang hingga usia senja masih harus berjuang mencari sesuap nasi.

Relawan Respek Peduli, Delima Humairo, mengatakan sosok dalam video tersebut merupakan Madhalim. Ia mengaku sempat mengunjungi kediaman lansia tersebut dan melihat langsung kondisi kehidupan Madhalim bersama keluarganya yang serba terbatas.

“Beliau (Madhalim) memang kondisinya cukup miris, hidup seadanya,” kata Delima melalui sambungan teleponnya, Rabu (29/7/2026).

Menurut Delima, video tersebut direkam tim relawan sekitar sebulan lalu ketika Madhalim tengah menjajakan kangkung segar yang dipetik dari rawa-rawa tak jauh dari tempat tinggalnya.

Baca Juga: Pendataan Sensus Ekonomi di Tangerang Selatan Hampir Tuntas

Saat ditemui relawan, Madhalim terlihat mengikat bagian perutnya. Dalam kondisi lapar, ia bahkan memakan sedikit kangkung mentah yang seharusnya dijual untuk mendapatkan uang.

Kangkung bukan satu-satunya yang dijual Madhalim. Lansia tersebut juga mencari berbagai jenis sayuran yang tumbuh di sekitar pinggiran hutan untuk kemudian dijajakan keliling atau dibawa ke pasar. Apa pun yang bisa dimanfaatkan, menjadi ikhtiar Madhalim untuk bertahan hidup.

BeritaTerbaru

Kenal dari Aplikasi, Siswi SD di Lebak Dicabuli Pria Berusia 49 Tahun

Kenal dari Aplikasi, Siswi SD di Lebak Dicabuli Pria Berusia 49 Tahun

Selasa, 6 Okt 2026 17:59 WIB
PENGUKUHAN -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Republik Indonesia, melakukan pengukuhan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) Sektor Administrasi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, di Auditorium Mayjen TNI dr. Roebiono Kertopati BSSN, Bojongsari, Kota Depok, Selasa (6/10/2026). (ISTIMEWA)

Pemkab Pandeglang Kolaborasi dengan BSSN RI, Kukuhkan Tim Tanggap Insiden Siber

Selasa, 6 Okt 2026 17:47 WIB
WISATA ANYER -- Suasana lokasi wisata Anyer, Kabupaten Serang. (ISTIMEWA)

Kunjungan Wisatawan di Anyer – Cinangka Kabupaten Serang Tembus 3,5 Juta

Selasa, 6 Okt 2026 16:19 WIB
SIMULASI -- Personel Polres Serang bersama Polsek jajaran, melakukan simulasi pengamanan aksi unjuk rasa anarkis di halaman Mapolres Serang, Selasa (6/10/2026). (ISTIMEWA)

Polres Serang Simulasi Pengamanan Unjuk Rasa Anarkis

Selasa, 6 Okt 2026 16:08 WIB

“Beliau metik di pinggir-pinggir hutan, diiket terus dijual sambil jalan di pasar. Gak hanya kangkung, kadang jantung pisang. Beliau juga sering mungutin rontokan sawit buat menyambung hidup,” ujarnya.

Perjuangan Madhalim di usia senja ternyata tak berhenti pada persoalan memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Tempat tinggal yang selama ini menjadi tempat berlindung bersama keluarga pun jauh dari kata layak.

Madhalim tinggal bersama istri keduanya, Aliah, yang sedang sakit, serta anak perempuan mereka. Putrinya tersebut telah menikah dan memiliki seorang anak.
Keluarga itu menempati sebuah gubuk bekas pabrik kopra yang berdiri di atas lahan milik orang lain.

Bangunan sederhana tersebut menjadi tempat mereka berteduh, meski sewaktu-waktu harus ditinggalkan.

Baca Juga: Ekonomi Tumbuh 5,29 Persen, Konsumsi Rumah Tangga Penopang Utama

Pemilik lahan disebut dalam waktu dekat akan menggunakan tanah tersebut. Kondisi itu membuat Madhalim dan keluarganya terancam kehilangan tempat tinggal.

Setelah bertahun-tahun berjuang mencari penghasilan dari menjajakan hasil alam, Madhalim kini dihadapkan pada persoalan baru. Ia tak hanya harus memikirkan apa yang bisa dimakan hari ini, tetapi juga harus mencari tempat untuk berteduh esok hari.

Kondisi itulah yang kemudian mendorong para relawan bergerak. Respek Peduli bersama jejaring relawan di Banten, Lampung hingga Jakarta kini berupaya menggalang donasi untuk membantu Madhalim mendapatkan hunian yang lebih layak.

“Makanya kami dengan semua tim di Banten, termasuk juga yang di Lampung hingga Jakarta tengah mengumpulkan donasi. Tujuannya, agar abah (Madhalim) punya hunian,” tutur Delima.

Delima berharap kisah Madhalim yang menyebar luas di media sosial dapat menggugah kepedulian masyarakat. Dengan semakin banyak orang yang mengetahui kondisinya, diharapkan donasi yang terkumpul dapat membantu mewujudkan keinginan Madhalim memiliki rumah yang layak.

Terlebih, yayasan tempat Delima mengabdikan diri selama ini mengandalkan uluran tangan para relawan dan donatur untuk membantu warga yang membutuhkan.

Sementara itu, Kabag Kesra yang juga Plt Asda III Pemkab Lebak, Iyan Fitriyana, mengatakan pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan pihak desa untuk menindaklanjuti kondisi Madhalim.
Berdasarkan data pemerintah, Madhalim tercatat masuk dalam kelompok desil 1 dan merupakan penerima BPJS PBI. Sementara istrinya tercatat sebagai penerima bantuan pangan.

Namun, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah tempat tinggal. Rumah yang ditempati Madhalim berdiri di atas tanah milik perkebunan sehingga keberadaannya tidak dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

“Sebagai bentuk penanganan, pihak desa kini tengah berupaya mencari tanah bengkok yang dapat digunakan sebagai lokasi pembangunan rumah bagi Madhalim. Selain itu, pemerintah juga mengusulkan bantuan Rumah Sejahtera Terpadu (RST) melalui UPZ Baznas Provinsi Banten,”kata Iyan.

Di usia yang sudah menginjak 86 tahun, Madhalim seharusnya menikmati masa tua bersama keluarga. Namun, kenyataan memaksanya tetap berjalan dari satu tempat ke tempat lain, menjajakan kangkung, mencari sayuran di pinggir hutan hingga memungut buah sawit yang telah rontok.

Di balik video singkat yang viral itu, tersimpan cerita panjang tentang perjuangan seorang lansia di pelosok Lebak. Seorang lelaki tua yang masih harus mengikat perut demi menahan lapar, sembari terus berharap dari hasil jualan sederhana agar hari esok tetap bisa dilalui.(mulyana)

Tags: ekonomiKakek Penjual KangkungTahan Lapar
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

KEGIATAN -- Kapolres Pandeglang AKBP Sonny Harsono, menyampaikan materi dalam acara Commander Wish. (ISTIMEWA)
Banten Region

Kapolres Pandeglang: Kedepankan “JAGA” Bagi Seluruh Personel dalam Bertugas

Selasa, 6 Okt 2026 16:05 WIB
MEMBERIKAN ARAHAN : Personel PJR Polda Banten memberikan arahan kepada sopir truk yang memarkirkan kendaraan sembarangan. (ISTIMEWA)
Banten Region

Peringatan Tegas, PJR Ditlantas Polda Banten Larang Truk Parkir Sembarang

Selasa, 6 Okt 2026 15:16 WIB
2027, Jalan Poros Desa di Lebak Bakal Dapat Penanganan Lebih Besar
Banten Region

2027, Jalan Poros Desa di Lebak Bakal Dapat Penanganan Lebih Besar

Selasa, 6 Okt 2026 14:59 WIB
UMT Resmi Buka Fakultas Kedokteran
Edukasi

UMT Resmi Buka Fakultas Kedokteran, Kuota Awal Maksimal 50 Mahasiswa

Selasa, 6 Okt 2026 14:40 WIB
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani. (ISTIMEWA)
Banten Region

Bupati Pandeglang Dorong Wartawan Memiliki Keterampilan Lain

Selasa, 6 Okt 2026 14:08 WIB
Wagub Banten, Achmad Dimyati Natakusumah. (ISTIMEWA)
Banten Region

Pemprov Banten Akui Kesulitan Menambah PAD, Dimyati: Sumber Keuangan Terbesar dari Pajak

Selasa, 6 Okt 2026 13:39 WIB
Selamat Hari Jadi Ke 26 Provinsi Banten DPD HKTI Prov. Banten
Selamat dan Sukses Wisudawan wisudawati Universitas Muhammadiyah Tangerang
Ketua DPD HKTI Prov Banten Andra Soni
Pajak Daerah BAPENDA Tangerang Selatan
Selamat Memperingati HARHUBNAS 2026 DinHub Kab Tangerang

Berita Pilihan

SMK Kesehatan Riksa Indrya Lakukan Kunjungan Edukatif ke Museum Anatomi FKIK Unika Atma Jaya

Tingkatkan Literasi Medis, SMK Kesehatan Riksa Indrya Lakukan Kunjungan Edukatif ke Museum Anatomi FKIK Unika Atma Jaya

Rabu, 30 Sep 2026 12:23 WIB
Nyontek dan Plagiat Masih Marak, Integritas Pendidikan 2026 Naik

Nyontek dan Plagiat Masih Marak, Integritas Pendidikan 2026 Naik

Selasa, 6 Okt 2026 18:22 WIB
Warga Kresek Geger, Temukan Pria Tewas Dalam Parit

Warga Kresek Geger, Temukan Pria Tewas Dalam Parit

Senin, 5 Okt 2026 07:42 WIB
SATELITNEWS.COM, TANGERANG--Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang mengamankan 13 warga negara asing (WNA) asal China yang melanggar aturan keimigrasian. Mereka bekerja secara ilegal bahkan ada yang menjadi buruh kasar atau kuli bangunan proyek. Para WNA tersebut dikenakan Pasal 122 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, yaitu orang asing yang dengan sengaja menyalahgunakan atau melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pemberian izin tinggal yang diberikan dengan sanksi penangkalan dan deportasi. Belasan WNA tersebut diamankan saat Operasi Timpora yang digelar di tiga titik wilayah Kabupaten Tangerang. Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Imigrasi Banten Barron Ichsan menuturkan, dalam operasi Timpora pihaknya menyasar tiga lokasi, yakni dua perusahaan di wilayah Cikupa dan satu proyek konstruksi di Legok. Dalam penyisiran tersebut, didapati 13 WNA yang melakukan pelanggaran. Mereka merupakan para pekerja proyek yang berprofesi sebagai buruh kasar, mandor, dan manajer fondasi. "Kami menyasar tiga lokasi, ada 40 WNA yang kami cek dokumen keimigrasiannya dan hasilnya ada 13 WNA yang tidak sesuai dokumennya, mereka ini merupakan pekerja di proyek konstruksi dengan jabatan buruh kasar, mandor dan manajer fondasi," katanya, Jumat (2/10). Belasan WNA tersebut memiliki dokumen C20 atau izin tinggal, tetapi saat dilakukan pengecekan tidak sesuai dengan peruntukannya. Hasil pemeriksaan, mereka tinggal dalam satu mess atau asrama dan sudah bekerja selama 1 hingga 3 bulan. Di lain pihak, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang, Hasanin, menuturkan, para WNA yang diamankan saat ini sudah tidak lagi bekerja di proyek tersebut. "Mereka sudah dilarang berkegiatan dilokasi tersebut. Sementara untuk para WNA yang mematuhi aturan keimigrasian, hanya kami ingatkan saja untuk tetap mengikuti aturan dan menjamin kepatuhan mereka," ungkapnya. (gatot)

Belasan WN China Langgar Izin Kerja di Kabupaten Tangerang, Bekerja Jadi Mandor Hingga Kuli

Sabtu, 3 Okt 2026 11:55 WIB
4 Pasangan Non Pasutri Kembali Diciduk Satpol PP Kota Tangerang

4 Pasangan Non Pasutri Kembali Diciduk Satpol PP Kota Tangerang

Rabu, 30 Sep 2026 14:57 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.