SATELITNEWS.COM, SERANG – Komisi II Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai C3, merangkum beberapa skema untuk membahas ketersediaan air di beberapa wilayah di Banten.
Tindakan itu dilakukan, agar masyarakat Banten tetap bisa menggunakan dan mendapatkan pasokan air selama musim kemarau untuk kepentingan rumah tangga maupun pertanian, perkebunan, dan industri.
Ketua Komisi II TKPSDA Wilayah Sungai C3, Nasir M Daud mengatakan, pihaknya sudah melakukan pembahasan bersama dengan 16 anggota TPKSDA Wilayah Sungai C3, guna membahas keamanan dan ketersediaan pasokan air.
Anggota yang merumuskan skema tersebut, berasal dari unsur pemerintah, masyarakat, pengurus lembaga petani, lembaga pemerhati dan perusahaan pemanfaatan air.
“Jadi kita bahas mengenai ketersediaan air, baik surplus maupun defisit dari Wilayah Sungai Ci 3,” katanya, Kamis (13/8/2026).
Nasir mengatakan, keberadaan sumber air sangat dibutuhkan bagi masyarakat, terutama yang menggarap lahan pertanian, perkebunan, maupun industri skala kecil dan besar.
Baca Juga: Rekayasa Mudik Tol Mulai Berlaku
“Kita ingin memastikan, agar air untuk kebutuhan pemeliharaan sungai dan ekosistem, kebutuhan irigasi dan ketahanan pangan, kebutuhan air baku masyarakat, kebutuhan industri dan perikanan,” tambahnya.
“Kita juga menbahas skema, dalam upaya mengantisipasi kondisi defisit air, kekeringan, banjir dan perubahan pola hujan,” sambungnya.
Nasir mengatakan, pembahasan tersebut menghasilkan rekomendasi Komisi II untuk menjadi bahan penyusunan berita acara dan rekomendasi TKPSDA Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cisurian (BBWSC3).
Adapun isu strategis yang dibahas meliputi persoalan ketahanan pangan, kekeringan, persaingan kebutuhan air, kualitas air, serta perubahan iklim .
“Sesuai informasi Stasiun Meteorologi Wilayah Banten bahwa kemarau kemungkinan bisa bergeser sampai perkiraan bulan September 2026. Mitigasi kekeringan dengan berbagai upaya dilakukan maksimal, termasuk upaya menyiapkan infrastruktur seperti Jaringan irigasi air tanah (JIAT) untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan air pertanian,” paparnya.
Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Operasi dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA) BBWSC3, Arliansyah mengatakan, ada beberapa rekomendasi yang disepakati dalam kegiatan tersebut, khususnya dalam menjaga ketersediaan pasokan air.
Baca Juga: Satpol PP Tangsel Siapkan Skema Bongkar Bangunan Ilegal di Ciputat
“Rencana alokasi air 2026/2027, sudah kita tetapkan walau belum ditandatangai, pake skenario tahun kering, biar pasokan air buat warga, tani, sama industri tetap terjamin,” tandasnya.
“Nah kalau sampe ada defisit, langkah utamanya nanti kita pake sistem giliran air atau golongan tanam, memaksimalkan fungsi waduk atau embung, sama nyiapin pompa darurat di titik-titik yang rawan,” pungkasnya.
Arliansyah menjelaskan, ada beberapa lokus atau titik yang menjadi perhatian utama pihaknya, yaitu Daerah Aliran Sungai (DAS) Cidanau, Ciujung, Cidurian, dan Cibanten. Oleh karena, sumber air di empat lokasi itu digunakan untuk rigasi, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), dan industri.
Namun, ketika ditanyakan terkait kekeringan di Kecamatan Tunjungteja, Kabupaten Serang, Arliansyah mengatakan, ada beberapa hal yang menyebabkan kondisi itu terjadi dan pihaknya akan melakukan peninjauan lokasi langsung.
“Soal Tunjungteja, makasih infonya. walau dekat ciujung, bisa jadi terkendala beda elevasi tanah, masalah di jaringan pipa atau saluran, atau emang debit sungainya lagi turun. Thanks infonya kalau bisa disampaikan lokasi yang dimaksud, biar nantiada yang survei masalahnya apa,” tuturnya.
Ditanya terkait kebutuhan anggaran untuk melaksanakan kegiatan tersebut, Arliansyah mengaku bahwa TPKSDA hanya membahas mengenai skema atau skenario, karena melibatkan berbagai pihak dan libtas sektor.
“Kalau anggaran tidak dari satu pintu, karena TKPSDA adalah forum koordinasi lintas sektor. TKPSDA cuma menetapkan skenario dan kesepakatan alokasinya saja. Untuk eksekusi dan pembiayaannya di lapangan, tetap ditanggung oleh masing-masing Unor,” imbuhnya. (adib)




















