SATELITNEWS.COM, CIKAMPEK—Berbagai skema rekayasa lalu lintas siap menghadapi arus mudik Lebaran 2025 di jalan tol. Rekayasa lalin berupa sistem ganjil genap, contraflow, hingga one way yang telah diterapkan sejak Rabu (26/3), bersifat situasional dan disesuaikan dengan tingkat kepadatan kendaraan pemudik.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan bahwa keputusan untuk menerapkan contraflow atau one way bergantung pada volume kendaraan di jalan tol. Contraflow diberlakukan mulai dari KM 47 hingga KM 70 Tol Jakarta-Cikampek. Sementara one way berlaku mulai dari KM 70 GT Cikatama hingga KM 414 GT Kalikangkung.
“Hari ini kita mulai memberlakukan rekayasa lalu lintas, apakah itu contraflow yang diterapkan di Km 47-70 atau one way jika memang diperlukan,” ujar Kapolri saat meninjau Posko Terpadu Km 47 Tol Cikampek, Jawa Barat, Rabu (26/3). Dalam kesempatan tersebut, ia didampingi Menko PMK Pratikno, Menkes Budi Gunadi Sadikin, Panglima TNI Jenderal Agus Subianto, dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Menurut Kapolri, one way baru akan diterapkan jika jumlah kendaraan pemudik mencapai lebih dari 8.000 unit per jam. Jika jumlah kendaraan masih di bawah 7.000 unit per jam, contraflow akan menjadi opsi utama.
“Penerapan contraflow dilakukan ketika kendaraan masih di bawah 7.000 per jam. Namun, jika sudah di atas 8.000, barulah kita terapkan one way,” jelasnya.
Menariknya, penerapan contraflow dan one way ini lebih cepat satu hari dari jadwal yang telah direncanakan sebelumnya. Berdasarkan data dari Jasa Marga, jumlah kendaraan yang melakukan perjalanan mudik meningkat 7 persen sejak H-10 hingga H-6 Lebaran.
Peningkatan volume kendaraan ini didorong oleh kebijakan pemerintah, seperti diskon tarif tol dan program Work From Anywhere (WFA). Kapolri mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kebijakan ini guna mengurangi kepadatan di puncak arus mudik yang diprediksi terjadi pada H-3 Lebaran, atau 28 Maret 2025.
“Diskon tiket tol serta kebijakan lainnya diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan arus mudik, terutama menjelang puncak pada tanggal 28 Maret,” tambahnya.
Kapolri mengapresiasi kelengkapan sarana dan prasarana yang dapat digunakan masyarakat di rest area KM 57, mulai dari tempat ibadah, ruang laktasi, stasiun pengisian mobil listrik, hingga layanan bengkel. Jenderal bintang empat itu berharap agar rest area lainnya dapat menyediakan sarana dan prasarana serupa sehingga bisa memberikan kemudahan bagi masyarakat saat dalam perjalanan mudik.
“Ini tentunya perlu kita apresiasi karena lengkap, mulai dari tempat untuk berbuka puasa, tempat istirahat, hingga berbagai macam fasilitas lain,” katanya.
Untuk memastikan kelancaran arus mudik, Operasi Ketupat Lebaran 2025 melibatkan 164.298 personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, BMKG, Kementerian Perhubungan, hingga Pramuka.
Selain itu, sebanyak 2.835 posko pengamanan telah disiapkan, yang terdiri dari 1.738 pos pengamanan, 788 pos pelayanan, dan 309 pos terpadu.
Kapolri juga menyebutkan bahwa total ada 126.736 objek pengamanan, mulai dari masjid, lokasi salat Id, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, hingga objek wisata.
Sebagai tambahan, Polri menyediakan layanan hotline 110 yang dapat dihubungi pemudik selama 24 jam untuk melaporkan berbagai kendala atau masalah terkait mudik. “Petugas kami siap memberikan layanan 24 jam, sehingga perjalanan mudik 2025 ini bisa berjalan lebih lancar dan aman,” ujar Kapolri.
Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subianto menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan 66.714 personel untuk mendukung pengamanan mudik Lebaran.
“TNI menyiapkan 66.714 personel yang akan diperbantukan kepada Polri. Sebagian lainnya siaga di satuan masing-masing untuk menghadapi kemungkinan bencana alam atau keadaan darurat lainnya,” ungkap Panglima TNI. (rmg/san)