SATELITNEWS.COM JAKARTA—BNPB menyebutkan Gunung Anak Krakatau, Merapi, dan Semeru masih berstatus berstatus Level III atau Siaga. Warga, wisatawan, dan nelayan diminta menghindari kawasan berbahaya di sekitar gunung tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, ketiga gunung api tersebut masih memiliki potensi ancaman yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat.
Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) hingga Jumat (30/10) pukul 06.00 WIB, ketiganya masih berstatus Level III atau Siaga.
Untuk Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, BNPB meminta masyarakat, wisatawan, dan nelayan tidak mendekati kawasan gunung api tersebut. Potensi bahayanya antara lain aliran lava, lontaran batu pijar, hujan abu lebat, hingga erupsi.
“Kami juga perlu mengimbau dan merekomendasi masyarakat, wisatawan, maupun pelaut dilarang mendekati Gunung Anak Krakatau sesuai dengan petunjuk resmi dari BPBD maupun PVMBG,” kata Berton dalam konferensi pers, Jumat (30/10).
Ia menegaskan, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari Gunung Anak Krakatau.
Baca Juga: ICW Desak Usut Eks Pimpinan BNPB
“Untuk Anak Krakatau, radius tiga kilometer tidak boleh di gunung tersebut,” ucapnya.
Sementara itu, Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah masih berpotensi mengalami awan panas guguran, guguran lava, serta lontaran material vulkanik.
BNPB juga meminta warga yang tinggal di sekitar aliran sungai berhulu di Merapi mewaspadai ancaman lahar hujan, terutama ketika terjadi hujan deras.
“Ada waspada bahaya lahar hujan di hulu sungai di saat hujan deras serta awan panas guguran yang berpotensi dapat terjadi sewaktu-waktu,” kata Berton.
Sejumlah sungai yang perlu diwaspadai antara lain Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Woro, dan Gendol. Masyarakat diminta menghindari aktivitas di kawasan yang berpotensi terdampak guguran material vulkanik maupun aliran lahar.
Adapun Gunung Semeru di Jawa Timur juga masih berstatus Siaga. Potensi bahayanya meliputi awan panas guguran, aliran lava, lontaran batu pijar, dan lahar hujan.
Baca Juga: Aktivitas Menurun, BPBD Kota Tangerang Imbau Masyarakat Tetap Pantau Status GAK
BNPB mengimbau masyarakat tidak beraktivitas di sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer. Warga juga diminta menjauhi area dalam radius 500 meter dari sempadan sungai.
“Untuk Gunung Semeru, kami juga memberikan rekomendasi atau imbauan. Hindari aktivitas sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer serta radius 500 meter dari sempadan sungai,” ujar Berton. (rmg)

















