SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG—Sekretaris Daerah (Sekda) Pandeglang, Pery Hasanudin berdalih belum mengetahui persoalan bawahannya yakni Camat Cigeulis, yang diduga melakukan ajakan kepada warga untuk mendukung petahana (Bupati Pandeglang) dalam perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 9 Desember 2020 mendatang.
Sekda mengaku, belum membaca persoalan Camat Cigeulis. Akan tetapi, pihaknya berjanji bakal melakukan peneguran terhadap yang bersangkutan.
“Saya belum baca pelanggarannya, baru tadi baca di media sosial (Medsos). Ya sudah silahkan saja kalau ada itu (pelanggaran), nanti juga kami tegur kalau ada itu,” kilah Pery saat ditemui di lingkungan Sekertariat Daerah (Setda) Pandeglang, Rabu (12/8).
Menanggapi Camat Cigeulis yang bakal dipanggil Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pandeglang, Sekda tak banyak berpikir dan langsung mempersilakannya. Namun dia bakal melihat tingkat kadar pelanggaran yang dilakukan Camat Cigeulis tersebut.
“Silakan saja (dipanggil Bawaslu), tapi kita lihat kadarnya apa dan tingkat pelanggarannya apa Camat Cigulis tersebut,” ujarnya.
Sejauh ini, Sekda memastikan di internalnya belum melakukan pembahasan persoalan yang dilakukan Camat Cigeulis itu. “Belum-belum, biasanya nanti dibahas dengan dewan kehormatan. Nanti kita lihat perkembangan lebih lanjutnya bagaimana. Nanti bagaimana keterkaitan dengan ASN (Apartur Sipil Negara)-nya, nah kami akan bahas,” imbuhnya.
Mantan Sekretaris Dewan (Sekwan) ini mengklaim, untuk mengantisipasi agar ASN tidak melakukan pelanggaran atau tetap menjaga netralitas di Pilkada Pandeglang, pihaknya sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang netralitas ASN.
“Udah kami udah bikin SE untuk netralitas ASN itu, dalam kontek masalah ini (Pilkada). Hal itu agar proses Pilkada berjalan lancar. Intinya jelas bakal ditindaklanjuti,” tandasnya seraya izin buru-buru menghadiri acara.
Sementara saat hendak dikonfirmasi ke Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Pandeglang, Ali Fahmi Sumanta, sedang tak ada di kantornya.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Desa Tarumanegara, Kecamatan Cigeulis, Andi Suhandi membantah jika pada acara pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) tahap III telah diseting olehnya, untuk memfasilitasi Camat Cigeulis dalam mengarahkan warga untuk mendukung petahana Bupati Irna Narulita.
Kata Andi, tidak ada setingan apapun darinya agar Camat Cigeulis berbicara sesuai dengan video yang beredar di media sosial (Mendos). Bahkan dia mengaku, tidak tahu Camat Cigeulis bakal berbicara soal Ibu Irna mau berhenti dan mau naik lagi (mencalonkan).
“Tidak ada settingan dan tidak ada perencanaan. Masa dia seorang camat sedang berbicara mik-nya mau saya ambil. Biasalah namanya juga camat, dikasih waktu. Namanya juga ngumpulin masyarakat pembagian BLT DD tahap III, kan ada Muspika disitu semua,” kata Andi saat dihubungi via panggilan WhatsAap (WA), Selasa (11/8). (nipal/aditya)