Kamis, 10 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Dugaan Malpraktik Operasi Katarak RS Mulya Kembali Mencuat

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Jumat, 18 Sep 2020 11:00 WIB
Rubrik Headline, Kota Tangerang, Metro Tangerang
Dugaan Malpraktik Operasi Katarak RS Mulya Kembali Mencuat

PENDAMPINGAN KUASA HUKUM : Tim Kuasa Hukum mencoba masuk ke RS Mulya untuk mendamping korban saat mediasi, Kamis (17/9). (IRFAN/SATELIT NEWS)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.ID, PINANG—Masih ingatkah dengan kasus dugaan tindakan malpraktik operasi katarak yang dilakukan oleh dokter di Rumah Sakit (RS) Mulya, Kecamatan Pinang Kota Tangerang ? RS ini diduga telah melakukan malpraktik kepada 17 pasien katarak. Operasi katarak yang dilakukan gagal hingga menyebabkan kebutaan kepada 17 pasien.  Pascaoperasi, mata pasien mengalami infeksi dan terpaksa harus diangkat.

Setelah sempat tak ada kepastian, kasus ini kembali mencuat. Keluarga korban dari Maryam dan Cici beserta puluhan warga dan tim kuasa hukum mendatangi RS Mulya untuk menuntut pertanggungjawaban, Kamis (17/9).

Awalnya kedatangan keluarga korban berjalan kondusif. Mereka diterima pihak RS Mulya untuk melakukan mediasi. Namun, situasi mulai tidak kondusif setelah tim kuasa hukum korban tak diperbolehkan masuk ke ruangan mediasi untuk melakukan pendapingan.

Ketegangan tak terhindarkan. Adu mulut antara warga dan tim kuasa hukum dengan petugas keamanan terjadi di depan pintu masuk. Beruntung ada aparat keamanan yang berada di lokasi. Ketegangan dapat dikendalikan dan tim kuasa hukum akhirnya diperbolehkan masuk.

Undang Tahayudin, anak korban bernama Cici, merasa dipermainkan oleh RS Mulya. Pihak rumah sakit, kata Undang, berjanji untuk bertanggungjawab. Namun hingga saat ini tidak dapat memberikan kepastiannya.

“Mereka secara kekeluargaan tapi hanya menjanjikan lagi. Padahal awal mula sudah memberikan janji 14 hari dari hari Rabu dua minggu lalu. Itu sudah kita tunggu. Kurang sabar bagaimana saya? Kita tunggu belum ada kepastian,” ujar Undang kepada Satelit News, Kamis, (17/9).

Baca Juga: SIM Keliling Kota Tangerang Rabu 9 September, Cek Lokasinya

Ndang sapaan Tahayudin mengatakan pihaknya menuntut kompensasi. Menurut dia, kompensasi yang ditawarkan oleh RS Mulya sulit diterima akal sehatnya. Diketahui, RS Mulya menawarkan uang ganti rugi dugaan malpraktek ini sebesar Rp 170 juta.

Dia mengungkapkan mediasi yang dilakukan dengan RS Mulya tidak mendapat titik terang. Saat mediasi, Direktur Utama RS mengaku Mulya tidak dapat mengambil keputusan.

BeritaTerbaru

APRINDO dan UBM Kembangkan Talenta Ritel, Siapkan Retail Talent Pipeline

APRINDO dan UBM Kembangkan Talenta Ritel, Siapkan Retail Talent Pipeline

Rabu, 9 Sep 2026 22:56 WIB
Jurnalis Asal Tangsel Hilang di Kawasan GAK, Ketua RT Berharap Ditemukan Selamat

Jurnalis Asal Tangsel Hilang di Kawasan GAK, Ketua RT Berharap Ditemukan Selamat

Rabu, 9 Sep 2026 21:13 WIB
Wali Kota Tangerang Sachrudin Putuskan PJJ Diperpanjang hingga Jumat

Wali Kota Tangerang Sachrudin Putuskan PJJ Diperpanjang hingga Jumat

Rabu, 9 Sep 2026 21:02 WIB
Kasus ISPA Naik 19,8 Persen, Dinkes Tangsel Belum Pastikan Dampak Abu Vulkanik

Kasus ISPA Naik 19,8 Persen, Dinkes Tangsel Belum Pastikan Dampak Abu Vulkanik

Rabu, 9 Sep 2026 20:59 WIB

“Senin paling lama karena dia Direktur Utama nggak bisa ambil keputusan. Padahal dia yang bertanggung jawab dengan manajemen. Kami belum mendapat ganti rugi,” ungkapnya.

Kasus dugaan malpraktik ini terjadi  pada 2019 lalu. Saat itu terdapat 17 pasien operasi katarak di RS Mulya. Awalnya operasi berjalan lancar. Namun 1 hari pasca operasi, pasien mengeluhkan sakit di matanya.

Sakit tersebut semakin menjadi-jadi hingga membuat mata pasien membengkak. Sampai akhirnya, mata pasien terpaksa diangkat lantaran terinfeksi. Kini 17 pasien tersebut mengalami kebutaan permanen.

“Dicoba tes antibiotik dulu. Ternyata pake antibiotik nggak mempan masih jalan terus pembengkakannya. Malah menyerang otak. Kalau menyerang otak, dokter angkat tangan. Jadi untuk mencegah itu  bola matanya diangkat,” ungkap Ndang.

Baca Juga: Lapangan Basket Ahmad Yani Kota Tangerang Ditutup Sementara

Operasi pengangkatan bola mata kata Ndang dilakukan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) karena di RS Mulya tak memiliki alat yang lengkap.

“Itu pun nunggu 2 minggu setelah pemeriksaan awal,” ujarnya.

Ndang mengatakan dari 17 korban, sebanyak 15 orang  telah sepakat dengan nilai kompensasi yang diberikan oleh RS Mulya. Sementara dua lainnya masih menuntut ganti rugi berbeda.

“Kan nggak semua pasien dipukul rata dengan angka nominal yang sama. Mereka juga nggak secara terbuka dan merahasiakan. Gak sama, gak adil,” tegas Ndang.

Koordinator dan juru bicara dari kantor Hukum Indonesia Muda yang mendampingi korban, Hika Transisia AP mengatakan sebenarnya kasus ini telah dilimpahkan ke Polres Metro Tangerang Kota pada Maret 2019. Namun hingga saat ini belum ada titik terangnya.

“Sayangnya dari pihak rumah sakit secara diam diam beberapa dokter berupaya menghubungi 2 orang ini untuk mencabut laporan dan mengimingi sejumlah angka dan melakukan penyelesaian secara kekeluargaan,” ujarnya. (irfan/gatot)

Tags: dugaan malpraktikkota tangerangoperasi katarakpinangrs mulya
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Satpol PP Tangsel Razia Tiga Lokasi, Sita Ratusan Botol Miras
Kota Tangsel

Satpol PP Tangsel Razia Tiga Lokasi, Sita Ratusan Botol Miras

Rabu, 9 Sep 2026 20:56 WIB
Pemkot Tangerang Selatan Putuskan Tak Perpanjang PJJ
Edukasi

Pemkot Tangerang Selatan Putuskan Tak Perpanjang PJJ

Rabu, 9 Sep 2026 20:53 WIB
MENYAMPAIKAN KETERANGAN : Kapolda Banten Irjenpol Hengki menyampaikan keterangan kepada wartawan. (ISTIMEWA)
Banten Region

Belum Ditemukan, 250 Personel Dikerahkan untuk Mencari Wartawan Hilang

Rabu, 9 Sep 2026 15:31 WIB
MENDATANGI POS SAR : Kapolda Banten Irjenpol Hengki, mendatangi pos SAR untuk mengetahui perkembangan pencarian lima wartawan yang dikabarkan hilang. (ISTIMEWA)
Banten Region

Polda Banten Siapkan Pos Antemortem Dalam Pencarian Wartawan Hilang Kontak

Rabu, 9 Sep 2026 15:25 WIB
MELAKUKAN PENCARIAN : Tim gabungan, melakukan pencarian terhadap delapan orang, yang diduga hilang di perairan Selat Sunda. (ISTIMEWA)
Banten Region

Tim Gabungan Perluas Area Pencarian 5 Jurnalis yang Hilang Kontak

Rabu, 9 Sep 2026 11:14 WIB
Kota Tangerang

Uji Emisi di Kota Tangerang, 95 Persen Kendaraan Bensin Lolos

Rabu, 9 Sep 2026 10:33 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

AUDIENSI -- Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani beserta jajarannya, menyampaikan usulan program ke Bapanas dan Kementan. (ISTIMEWA)

Bupati Pandeglang Usulkan Berbagai Program ke Kementan dan Bapanas

Selasa, 8 Sep 2026 11:24 WIB
Pemkab Lebak Alokasikan Rp75 Miliar untuk Pilkada 2029

Pemkab Lebak Alokasikan Rp75 Miliar untuk Pilkada 2029

Senin, 7 Sep 2026 19:37 WIB
Belasan Warga Sesak Nafas Akibat Kebakaran Sampah di Tangsel, Sekolah Diliburkan

Belasan Warga Sesak Nafas Akibat Kebakaran Sampah di Tangsel, Sekolah Diliburkan

Jumat, 4 Sep 2026 16:03 WIB
BAGIKAN MASKER -- DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Banten, menyalurkan 10.000 masker kepada masyarakat sebagai respons atas dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK), sejak Minggu (6/9/2026) hingga Selasa (8/9/2026). (ISTIMEWA)

PKS Banten Tebar 10.000 Masker untuk Warga Terdampak GAK

Selasa, 8 Sep 2026 14:24 WIB
Arief Wibowo Dorong Kajian Potensi PAD Kota Tangerang

Arief Wibowo Dorong Kajian Potensi PAD Kota Tangerang

Kamis, 3 Sep 2026 09:18 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.