SATELITNEWS.ID, SERANG–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Serang mengklaim, telah melaksanakan kegiatan sosialisasi Pilkada secara optimal. Sosialisasi dilakukan dengan menggunakan dua metode, yakni media luar ruang dan dalam ruang.
Ketua KPU Kabupaten Serang Abidin Nasyar mengatakan, beberapa hari lalu ada klaim dari salah satu pihak yang mengatakan sosialisasi Pilkada tidak maksimal, dan banyak orang yang belum tahu waktu pencoblosan. Ia merasa, hal itu sangat aneh.
“Basis datanya apa ? jangan sampai ada orang asal bicara kemudian membut kestabilan demokrasi di Kabupaten Serang malah terganggu. Bisa saja yang ditanya hanya satu atau dua orang, kemudian membuat klaim tersebut. Bagi kami apa yang disampaikan kelompok tersebut tidak bersifat empirik,” kata Abidin, Minggu (29/11).
Menurutnya, selama ini pihaknya sudah melaksanakan kegiatan sosialisasi secara maksimal dengan menggunakan dua metode, yakni yang pertama metode media luar ruang dengan memasang baligho di 29 kecamatan dan spanduk di 326 desa.
Kemudia kedua metode sosialisasi itu, melibatkan mulai dari PPK, PPS, media, sampai Ormas/LSM. “Setiap sosialisasi sudah kita ukur dan jumlah sosialisasi kita optimalkan sampai peloksok, dan juga daerah kepulauan,” klaimnya.
Apabila ada kekurangan dalam pelaksanaannya, menurutnya KPU bukanlah lembaga yang sempurna. Karena pada masa pandemi seperti ini, tidak bisa mengundang masyarakat dengan jumlah begitu banyak, peserta sangat dibatasi dan harus menerapkan protokol kesehatan, terutama jaga jarak.
“Saat sosialisasi, peserta yang dapat dihadirkan paling banyak hanya 30 orang. Yang kita lakukan adalah, menambah jumlah kegiatan sosialisasi, mulai dari tingkat kecamatan, desa, kepulauan, sampai desa-desa terpencil. Bahkan saat ini, sosialisasi kita belum selesai, akan kita optimalkan sampai sebelum pencoblosan dilakukan,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengaku akan melakukan wawar disetiap desa, yang dilaksanakan oleh PPS. Bahkan penyerahan form C-Pembertitahuan adalah momentum dilakukannya sosialisasi oleh KPPS kepada setiap pemilih secara langsung.
“Kami juga berharap, kelompok Civil Society dapat membantu kami (KPU,red) dalam melaksanakan sosialisasi pemilihan 2020. Karena tentu saja KPU segencar apapun melakukan sosialisasi, tidak akan optimal tanpa ada dukungan dari masyarakat,” pungkasnya.
Diketahui sebelumnya, seorang aktivis Serang Utara Imron Nawawi, mengkritisi kegiatan sosialisasi Pilkada yang dilakukan KPU Kabupaten Serang. Menurutnya, hinga saat ini masih banyak masyarakat yang belum tahu.
Oleh karenanya, ia berharap ke KPU untuk meningkatkan sosialisasi Pilkada terlebih saat ini tinggal menghitung hari. Karena, partisipasi pemilih yang tinggi, menjadi salah satu indikator suksesnya pesta demokrasi 5 tahunan ini. (sidik/mardiana)