SATELITNEWS.ID, SETU–Seluruh Pegawai komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan menjalani tes swab massal. Upaya itu dilakukan setelah Ketua KPU setempat Bambang Dwitoro meninggal dengan status positif Covid-19.
Plt Ketua KPU Tangerang Selatan Taufik MZ mengatakan tes swab massal itu dilakukan pada Sabtu (12/12/2020). Seluruh pegawai yang sempat beraktivitas dengan almarhum atau pun tidak diharuskan jalani swab tes. Hal itu dilakukan agar penyebaran Covid-19 di Internal kantor dapat terdeteksi.
“Semua karyawan. Sekitar 55 orang karyawan lah,” kata Taufik.
Sebelum meninggal, Bambang diketahui sempat melakukan beberapa kegiatan sebelum akhirnya dinyatakan positif Covid-19 dan meninggal dunia. Tanggal 1 Desember 2020 almarhum sempat jalani swab tes di RS Medika Bumi Serpong Damai dan hasilnya pun negatif.
Setelah tes swab, keesokan harinya Bambang kembali menjalankan kegiatan bersama KPU. “Tanggal 2 Desember jalani kegiatan pelepasan distribusi susu, di gudang KPU,” kata Taufik.
Setelah itu, kondisi tubuh Bambang tidak fit sehingga mengharuskan dirinya istirahat saat acara debat Pilkada pada 3 Desember. Tanggal 4 Desember, Bambang dilarikan ke RS Hermina Ciputat sebelum akhirnya dipindahkan ke RS Sari Asih keesokan harinya.
Tanggal 8 Desember Bambang kembali jalani swab tes di rumah sakit dan hasilnya dinyatakan positif Covid-19. Setelah dinyatakan positif, ia langsung dimasukan ke dalam ruang isolasi.
Kondisi fisiknya kian memburuk hingga akhirnya petugas medis harus melarikan Bambang ke ruang ICU untuk dipasangkan ventilator pada tanggal 10 Desember.
Memasuki hari Jumat (11/20/2020) siang, Taufik mengatakan kondisi fisik Bambang semakin menurun. “Hingga akhirnya tanggal 12 Desember 2020, jam 03.40 yang bersangkutan berpulang,” kata Taufik.
Pejabat Kesbangpol Meninggal Akibat Corona
Satu lagi pejabat di lingkup pemerintahannya meninggal dunia akibat terpapar virus Covid-19. Tubagus Suradi, menghembuskan napas terakhir di Omni Hospital Alam Sutera, Kecamatan Serpong Utara.
“Malem masih videocall sama saya jam 11. Masih seger ngobrol, minta doa biasalah,” kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tangsel, Wawang Kusdaya saat dikonfirmasi, Minggu (13/12/2020).
Wawang mengatakan, almarhum sempat menyatakan bebas dari Covid-19. Waktu awal masuk Omni di tes Swab hasilnya negatif. Bahkan pada pukul 03.10 WIB almarhum masih sempat mengirimkan info ke grup WhatsApp Kesbangpol. Kemudian Suradi merasa sesak nafas dan oleh tim medis difasilitasi alat ventilator.
“Pas 03.40 dikabarkan meninggal,” jelas Wawang. Suradi kini menjadi staf lantara sudah pensiun periode 2019 lalu.
Almarhum terus dikaryakan lagi pada waktu kepemimpinan Rahmat Salam sebagai pelaksana tugas (Plt) Kesbangpol Kota Tangsel.
Wawang pastikan Suradi bertugas bantu-bantu mengurus tentang ormas. Alasannya karena memang punya keahlian lah tentang keormasan. Bahkan terkadang ke Kabupaten/Kota Tangerang.
“Posisinya kemampuannya udah bagus dia pengetahuannya tentang ormas dan lain sebagainya. Penanganan kewaspadaan,” tambahnya.
Suradi telah dimakamkan di TPU Jombang, Kecamatan Ciputat, secara protokol Covid-19. Ia dikabarkan punya penyakit penyerta diabetes. (jarkasih)