SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Keterisian rumah sakit atau bed occupancy ratio di Kota Tangerang sudah mencapai 87 persen. Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan kapasitas tempat tidur di rumah sakit terus ditambah untuk bisa mencukupi kebutuhan pasien.
“Untuk itu masyarakat diharapkan bisa disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Kita masih di tengah pandemi jadi harus tetap waspada,” ujar Arief, kemarin.
Arief juga mengimbau kepada masyarakat Kota Tangerang apabila ada keluhan sakit atau bergejala segera memeriksakan ke fasilitas kesehatan untuk segera diidentifikasi.
“Jangan sepelekan kalau sedang batuk pilek, segera periksakan diri, karena bisa membahayakan anggota keluarga yang lain, karena saat ini masih banyak terjadi penularan Covid 19 pada klaster keluarga,” jelas Arief.
Selain itu, Arief menjelaskan saat ini Pemerintah Kota Tangerang mendapatkan bantuan tempat untuk isolasi mandiri di Twin Plaza Hotel Slipi, Jakarta.
“Jadi kalau di Kota Tangerang penuh kita kirim kesana, kasusnya sih sudah turun, mudah – mudahan bisa terus turun jadi masih bisa kita tangani di Kota Tangerang,” pungkas Arief.
Baca Juga: Bukber dan Padel: Sore Santai Arief Wismansyah Bersama Wartawan Tangerang
Di Kota Tangerang Selatan, pemerintah setempat memastikan membuat beberapa peraturan untuk mencegah penularan Covid-19 secara masif. Salah satunya adalah melarang adanya kerumunan orang. Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany menjelaskan, bahwa penetapan peraturan ini dilakukan sebagai bentuk upaya pengentasan penularan Covid-19.
”Jadi yang mungkin mau melakukan liburan di luar kota, kalau Tangsel Jabodetabek adalah menggunakan surat hasil Swab PCR yang menyatakan bebas dari Covid-19,” ujar Airin dalam rapat pimpinan Forkopimda Kota Tangerang Selatan di Balaikota Tangsel, Kamis (17/12)
Saat ini yang berlaku untuk proses penerbangan adalah rapid antibodi. Sayangnya untuk liburan Natal yang diselenggarakan sejak 18 Desember hingga 8 Januari, pemerintah merekomendasikan Swab PCR.
”Jadi sekarang kalau yang masih menggunakan Rapid Antibodi tidak diizinkan untuk pergi ke luar kota,” ujar Airin dalam acara tersebut.
Saat ini, kata Airin, pemerintah juga sudah menerapkan harga maksimal yang diizinkan digunakan oleh rumah sakit untuk pelayanan swab PCR ini. Yaitu dikisaran harga Rp800 ribu hingga Rp 900 ribu. Dengan harga itu, diharapkan masyarakat mengikuti imbauan ini.
Kemudian, saat ini juga Pemerintah pusat sedang menyiapkan regulasi terkait dengan penyebaran vaksin yang diharapkan bisa didapatkan oleh masyarakat Tangsel. Sehingga kota ini bisa siap menghadapi new normal setelah Covid-19.
Baca Juga: Soal Pendidikan Gratis, Arief Wismansyah Sebut Political Will Adalah Kunci
Airin menambahkan bahwa dengan adanya ketentuan ini bisa menjadi bentuk ikhtiar yang mampu mencegah penambahan angka kematian. Kemudian juga bisa menekan angka positif rate. ”Lalu bisa meningkatkan angka kesembuhannya,” pungkasnya.
Sementara itu kasus baru Covid-19 harian di Indonesia melonjak pada Kamis (17/12) dengan penambahan 7.354 kasus sehari. Jumlah itu bertambah dalam sepekan terakhir dengan rata-rata kasus 6.000-an sehari. Kini total sudah 643.508 orang terinfeksi Covid-19.
Kasus harian terbanyak masih disumbang oleh DKI Jakarta dan Jawa Barat dengan jumlah di atas seribu kasus. Lalu disusul oleh Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan.
Sebaran kasus positif tersebut yakni DKI Jakarta sebanyak 1.690 kasus, Jawa Barat 1.277 kasus, Jawa Timur 855 kasus, Jawa Tengah 620 kasus, dan Sulawesi Selatan 333 kasus.
Angka kematian harian bertambah 142 jiwa. Paling banyak kasus kematian harian terjadi di Jawa Timur yakni 39 jiwa. Total sudah 19.390 jiwa meninggal dunia akibat Covid-19.
Pasien sembuh bertambah 4.995 dalam sehari. Paling banyak pasien sembuh terdapat di provinsi DKI Jakarta yakni 1.376 orang. Sudah 526.979 orang sembuh dari Covid-19.
Selain itu, sudah 510 kabupaten kota terdampak Covid-19. Ada 2 provinsi di bawah 10 kasus harian. Dan tak ada provinsi dengan nol kasus harian. (irfan/irm/bnn/gatot)
























