SATELITNEWS.ID, SERANG–Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang, mengusulkan kuota LPG 3 Kilogram sebanyak 32.929 MT atau setara 106 juta tabung gas ke Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten, untuk tahun 2021.
Usulan tersebut, untuk mengantisipasi kelangkaan kedepannya, terlebih jelang Natal dan Tahun Baru .
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Diskoperindag Kabupaten Serang, Tohiri mengatakan, saat ini kuota LPG tidak mengalami kelangkaan. Hanya saja karena ada dugaan permainan dari para pengecer, sehingga distribusi LPG menjadi terhambat.
“Langka sih enggak, cuma mungkin permainan pengecer dihambat saja. Sebenarnya untuk kuota cukup,” kata Tohiri, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (22/12).
Selain itu katanya, pihaknya juga mendapat kuota sebanyak 429.000 tabung LPG dari Hiswana Migas, pada Minggu kemarin. “Alokasi ini untuk mengantisipasi kelangkaan LPG 3 Kg,” tandasnya.
Disinggung terkait harga, menurutnya para pengecer menjual LPG ada yang Rp24.000 sampai Rp25.000 per tabung. Menurutnya, harga tersebut cukup tinggi, jika dibanding Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp16.800 per tabung gas 3 kilogram.
Baca Juga: Bupati Pandeglang Berharap Perayaan Tahun Baru Tetap Kondusif
“Sebetulnya tinggi. Tapi kalau beli ke pangkalan, sekitar Rp18.000 – Rp19.000 per tabung. Cuma memang titik distribusinya sampai pangkalan. Jadi kalau yang jauh dari pangkalan, harganya tinggi. Nggak seperti pupuk, distribusinya sampai pengguna,” imbuhnya. (sidik/mardiana)
