Kamis, 10 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Produksi Terompet Tahun Baru di Tangsel Lesu

Oleh Jarkasih
Senin, 28 Des 2020 10:50 WIB
Rubrik Headline, Kota Tangsel, Metro Tangerang
Produksi Terompet Tahun Baru di Tangsel Lesu

ILUSTRASI. (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.ID, PONDOK AREN—Penjualan terompet di masa pandemi Covid-19 ini menurun drastis. Bahkan produksi produk yang kerap meramaikan malam tahun baru itupun lesu.

Pantauan di “Kampung Terompet” di Gang Keluarga, Jalan Raya Ceger, Kelurahan Jurangmangu Barat, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tidak terlihat lagi aktifitas warga yang memproduksi terompet.

Keriuhan pedagang berjualan terompet menjelang tahun baru di Gang Keluarga, Jalan Raya Ceger, Kelurahan Jurangmangu Barat, kini tinggal kenangan. Kawasan yang dikenal luas sebagai ‘Kampung Terompet’ ini telah menanggalkan tradisi memproduksi terompet pada pengujung akhir tahun, setidaknya dalam empat tahun belakangan.

Seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, hanya tinggal seorang perajin yang masih memproduksi terompet. Namun, produksinya hanya dalam jumlah kecil.

Haris nama perajin terompet satu-satunya yang tersisa. Ketika ditemui di rumahnya, Haris mengaku, tidak lagi berjualan terompet. “Udah enggak. Empat atau lima tahun sudah (penjualan terompet lesu). Ya tahu sendiri lah (faktornya apa),” ujar Haris singkat.

Pengamatan di kediamannya, terlihat puluhan terompet teronggok di depan teras rumah. Dari luar rumah, terlihat pula ada sejumlah terompet yang digantung di dinding rumahnya. Terompet berdesain warna-warni tersebut merupakan stok sisa tahun-tahun sebelumnya yang tidak terjual.

Baca Juga: MBG Disetop Sementara, Dimulai Lagi 23 Februari

Haris mengaku, telah beralih pekerjaan dengan membuka ruko di kampung halamanya di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dalam beberapa tahun ke belakang. Dia menjelaskan, kehadirannya di ‘Kampung Terompet’ dilakukan sesekali untuk mengunjungi anak dan cucunya. Dia sendiri mengaku sudah tidak lagi memiliki urusan berjualan terompet. “Enggak, enggak (memproduksi) lagi,” kata Haris sambil berusaha mengakhiri pembicaraan.

Tak jauh dari rumah Haris, seorang warga yang pernah menjadi perajin terompet, Parmi (42) mengaku, bersama dengan suaminya pernah mengambil peruntungan dari berjualan terompet. Namun, semenjak diterpa beberapa isu, penjualan terompet tak lagi menjadi pilihan masyarakat yang ingin menyambut pergantian tahun.

BeritaTerbaru

MENYAMPAIKAN KETERANGAN : Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafi'i menyampaikan keterangan mepada wartawan terkait perkembangan pencarian rombongan wartawan yang hilang di Selat Sunda. (ISTIMEWA)

Pencarian Hari Ketiga Nihil, Kabasarnas: Belum Ada Tanda-tanda

Kamis, 10 Sep 2026 19:35 WIB
LIFE JAKET : Tim gabungan dari TNI AL menemukan life jaket saat melakukan pencarian terhadap rombongan wartawan yang dikabarkan hilang. (ISTIMEWA)

Tim Pencari Sempat Temukan Pelampung Di Perairan Cikoneng, Labuan Pandeglang

Kamis, 10 Sep 2026 19:31 WIB
Viral Dua Pria Baku Pukul di SPKLU Suvarna Sutera, Diduga Rebutan Isi Daya Mobil Listrik

Viral Dua Pria Baku Pukul di SPKLU Suvarna Sutera, Diduga Rebutan Isi Daya Mobil Listrik

Kamis, 10 Sep 2026 19:28 WIB
Pemkab Tangerang Perkuat Koordinasi Lintas Sektor, Siap Siaga dan Antisipasi Dampak Erupsi

Pemkab Tangerang Perkuat Koordinasi Lintas Sektor, Siap Siaga dan Antisipasi Dampak Erupsi

Kamis, 10 Sep 2026 19:23 WIB

Salah satu faktornya, sambung dia, isu sentimen meniup terompet dianggap sebagai tradisi di luar Islam. Di samping itu, sambung dia, juga karena semakin banyak terompet di pasaran tidak hanya yang terbuat dari kertas.

Parmi menuturkan, pendapatan dari memproduksi dan berjualan terompet dulunya sangat menggiurkan. Dia bisa meraup hingga puluhan juta rupiah, dengan hanya berjualan selama sepekan pada momen Natal hingga tahun baru. “Tahun kapan itu cuma dapat Rp200 ribu doang, biasanya jutaan, puluhan juta. Ada yang sampai Rp50 juta. Sekarang sudah mati, enggak laku, enggak ada minat,” kata Parmi.

Ketua RT Gang Keluarga, Abdul Aziz menyampaikan, warga di lingkungannya telah menyuplai terompet selama puluhan tahun. Hal itu pula yang membuat muncul sebutan ‘Kampung Terompet’ atau ‘Gang Terompet’. Di setiap rumah warga, kata dia, bertahun-tahun penuh dengan aktivitas pembuatan terompet, bahkan proses produksi meluber hingga di teras-teras rumah.

“Dulu mah penjualannya masya Allah laris bener, yang ngambil itu dari (daerah) mana-mana. Hampir semua warga (jualan terompet), dari depan (gang) ke belakang,” ucap Azis.

Baca Juga: Bupati Tangerang dan Musisi Jalanan Galang Dana untuk Sumatera

Dia mencatat, ada sekitar 30 orang yang memproduksi terompet pada saat masa jayanya. Puluhan prajin itu memiliki sejumlah karyawan yang diperbantukan untuk menjalankan produksi. Omzet mereka tak tanggung-tanggung, yakni ada yang sampai ratusan juta rupiah. “Buset bisa kebeli mobil. Bisa mah (untung besar).”

Namun, lagi-lagi, semua itu tinggal kenangan. Usaha terompet di wilayahnya telah mati dalam beberapa tahun belakangan. Azis menganalisis, penjualan terompet tradisional kalah bersaing dengan jenis terompet produksi pabrik. (jarkasih)

Tags: pedagang terompetproduksi terompettahun baru
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Pemkab Tangerang Gelontorkan Rp2,65 Miliar untuk UMKM, Anak Yatim dan Disabilitas
Bisnis

Pemkab Tangerang Gelontorkan Rp2,65 Miliar untuk UMKM, Anak Yatim dan Disabilitas

Kamis, 10 Sep 2026 19:19 WIB
Headline

Culinary Day 2026 Hadir Meriahkan Tangerang 10K, 80 Tenant Siapkan Kuliner Khas Kota Tangerang

Kamis, 10 Sep 2026 18:50 WIB
EJN Berguru ke Maestro Bambu, Siapkan Gerakan Pelestarian Bambu di Kabupaten Tangerang
Kabupaten Tangerang

EJN Berguru ke Maestro Bambu, Siapkan Gerakan Pelestarian Bambu di Kabupaten Tangerang

Kamis, 10 Sep 2026 18:50 WIB
Ribuan Ikan Mati di Situ Cangkring Tangerang, DLH Turun Tangan dan Larang Warga Konsumsi
Headline

Ribuan Ikan Mati di Situ Cangkring Tangerang, DLH Turun Tangan dan Larang Warga Konsumsi

Kamis, 10 Sep 2026 17:23 WIB
Abu Vulkanik di Bandara Soekarno-Hatta Tetap Diawasi
Kota Tangerang

Abu Vulkanik di Bandara Soekarno-Hatta Tetap Diawasi

Kamis, 10 Sep 2026 17:15 WIB
Warga Komplek Nusa Indah Tolak Pembangunan SMPN 25 Tangerang Selatan, Ini Alasannya
Kota Tangsel

Warga Bukit Nusa Indah Surati Wali Kota Tangsel Soal Penolakan SMPN 25

Kamis, 10 Sep 2026 17:07 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

LOKAKARYA MULTIPIHAK -- Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Lebak, Irvan Suyatupika, saat menggelar acara Lokakarya Mutlipihak I "SIMPUL MANTAPS", di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Lebak, Rabu (9/9/2026). (MULYANA/SATELITNEWS.COM)

Cara Baru Menata Sampah Jadi Berkah, DLH Lebak Gagas SIMPUL MANTAPS

Rabu, 9 Sep 2026 19:13 WIB
Usai Gabung Demokrat, Aldi Taher: Kim Jong Un, Xi Jinping, I'm Demokrat!

Usai Gabung Demokrat, Aldi Taher: Kim Jong Un, Xi Jinping, I’m Demokrat!

Kamis, 10 Sep 2026 16:02 WIB
Abu Gunung Anak Krakatau, Warga Kota Tangerang Diminta Waspada

Abu Gunung Anak Krakatau, Warga Kota Tangerang Diminta Waspada

Minggu, 6 Sep 2026 15:12 WIB

Antisipasi Sisa Abu Vulkanik, PJJ di Tangsel Diperpanjang hingga 9 September

Selasa, 8 Sep 2026 11:09 WIB
Kodim 0601/Pandeglang Siagakan Personel guna Antisipasi Dampak Erupsi GAK

Kodim 0601/Pandeglang Siagakan Personel guna Antisipasi Dampak Erupsi GAK

Senin, 7 Sep 2026 10:26 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.