SATELITNEWS.ID, RANGKASBITUNG—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mengklaim tanah untuk merolaksi warga Kampung Cikapol, Desa Karangnunggal, Kecamatan Cirinten, sudah diratakan dan siap dibangun untuk para korban pergerakan tanah.
“Lahannya sudah diratakan menggunakan alat berat dan segera dibangun rumah oleh masyarakat yang terdampak pergerakan tanah di kampung setempat,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama, kemarin.
Kata Febby, ada 13 kepala keluarga yang rumahnya rusak berat akibat adanya pergerakan tanah. Sehingga, tidak memungkinkan ditinggal akhirnya mereka harus direlokasi ke tempat yang lebih aman.
“Tanahnya bersifat tukar guling, dan itu sudah disepakati. Jadi tanah yang dijadikan lahan relokasi itu milik RT, nah RT nanti tukarnya dengan tanah yang sekarang terdampak pergerakan tanah,” terang Febby.
Pergerakan tanah yang terjadi pada 6 Desember 2020 lalu, membuat pemerintah harus bisa segera mengambil langkah cepat agar mereka yang terdampak bisa segera memiliki tempat tinggal. “Saat ini pemerintah tengah mengusulkan pemberian stimulan untuk membantu pembangunan kembali rumah para korban. Kita ajukan nota dinasnya untuk stimulan pembangunan. Maksimalnya stimulan itu Rp15 juta,”tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Lebak, Dian Wahyudi mengapresiasi langkah cepat BPBD Lebak dalam melakukan upaya percepatan relokasi. “Harus disegerakan, sebab mereka kesulitan untuk tempat tinggal pasca rumahnya yang selama ini ditempat rusak berat akibat bencana alam,” pungkasnya.(mulyana/made)
Baca Juga: El Nino Mengancam, Polres Lebak Siapkan Sumur Bor
























