SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG—Dampak dari bencana alam seperti banjir yang terjadi di beberapa daerah, membuat harga cabai di pasaran semakin “pedas” atau mengalami kenaikan harga secara drastis.
Dari semua jenis cabai, yang paling tinggi kenaikan harganya yakni cabai rawit. Pasalnya, dari semula harga cabai rawit Rp30 ribu/ Kg, saat ini sudah mencapai Rp100 ribu/ Kg. Sedangkan untuk cabai merah dari harga Rp60 ribu/ Kg menjadi Rp80 ribu/Kg. Namun untuk komoditas lainnya seperti bawang merah, tomat, dan sayuran justru mangalami penurunan harga.
Salah seorang pedagang, Agus mengungkapkan, bahwa harga cabai di Pasar Tradisional Badak Pandeglang sudah lama mengalami kenaikan. Namun kenaikan harga itu berlangsung secara bertahap.
“Harga cabai pada naik itu sudah terjadi sebulan yang lalu. Memang naiknya secara bertahap, puncaknya tiga hari yang lalu semakin mahal,” kata Agus, Kamis (7/1).
Agus menjelaskan, normalnya harga jual cabai rawit hanya Rp30 ribu/ Kg. Namun saat ini sudah melewati harga eceran tertinggi yakni mencapai Rp100/ Kg. Sementara untuk cabai merah keriting dijual dengan harga Rp60-80 ribu/ Kg.
“Jadi dulu itu harganya hanya Rp30 ribu, lalu merangkak ke Rp80 ribu dan sekarang mencapai Rp100 ribu/ Kg. Tapi komoditas lainnya seperti bawang merah, tomat, dan sayur mayur mangalami penurunan harga,” jelasnya.
Menurut Agus, kenaikan harga tersebut bukan karena faktor tahun baru 2021. Namun faktor cuaca yang menyebabkan banjir di beberapa daerah, sehingga telah mempengaruhi pasokan cabai.
“Kenaikan harga ini bukan faktor tahun baru 2021, tapi faktor cuaca buruk di sejumlah daerah. Akibat itulah pasokan cabai langka, sehingga harganya menjadi mahal,” tambahnya.
Pedagang lainnya, Nengsih mengeluhkan kenaikan harga cabai itu. Sebab katanya, telah membuat omzet penjualan sehari-harinya menurun.
Biasanya Nengsih mengaku mampu menjual 7 hingga 10 Kg setiap harinya. Akibat kenaikan yang terjadi, dia bersama pedagang lainnya paling hanya mampu menjual 3 hingga 5 kilogram saja per hari.
“Jelas berpengaruh terhadap penjualan. Sebab yang biasanya beli 1 Kg, akibat harga naik. Paling pembeli hanya membeli setengahnya saja dan bahkan kadang-kadang hanya beli untuk kebutuhan sehari saja,” jelasnya.
Maka dari kondisi itulah, dia bersama pedagang lainnya sangat berharap pemerintah dapat mengembalikan harga cabai normal kembali.
“Kami semua berharap Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) Kabupaten Pandeglang, dapat menstabilkan harga dengan menggelar oprasi pasar. Kami minta segera bertindak, jangan sampai kenaikan harga ini semakin tinggi dan lama,” harapnya.
Terpisah, Kasi Bina Usaha dan Perdagangan Disperindag Pandeglang, Faiz mengatakan, terkait kenaikan harga komoditas yang sudah berlangsung dari Desember 2020 hingga awal Januari 2021 itu, sudah diketahui pihaknya. Saat ini dia masih melakukan komunikasi dengan Disperindag Provinsi Banten.
“Ya, kami sudah mengetahui kenaikan harga itu. Laporan kenaikan harga setiap hari ada. Apakah nanti akan dilakukan oprasi pasar apa bagaimana, nanti kita tunggu arahan dari Provinsi,” imbuhnya.
Kata Faiz, kenaikan harga itu diperkirakan akibat dari musim penghujan, sehingga pengiriman dari pulau Jawa tersendat. “Ya faktornya menurut saya akibat cuaca hujan,” tandasnya. (nipal/aditya)