SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG–Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Pandeglang, KH. Endin Jaenudin menyatakan, siap berjuang kembali untuk kepentingan honor kepala dan guru Madrasah Diniyah Takmiliyah Awwaliyah (MDTA) Kabupaten Pandeglang, ke Provinsi Banten.
Sebelumnya kata dia, pada pelantikan pengurus FKDT Provinsi Banten, Gubernur Banten telah menyatakan bakal membantu untuk honor para kepala dan guru honorer MDTA. Bahkan sudah langsung dianggarkan dalam APBD Provinsi Banten. Namun, realisasinya terhambat di pertengahan jalan karena ada pandemi Covid-19.
“Jadi anggarannya kena refocusing. Akhirnya bantuan untuk honor kepala dan guru MDTA ditunda hingga waktu tak ditentukan, karena anggarannya digunakan penanganan Covid-19,” kata KH. Endin, Rabu (13/1).
Walau demikian, dia meminta semua kepala dan guru yang tersebar di 818 MDTA Kabupaten Pandeglang, jangan berkecil hati. Sebab, dia bakal kembali memperjuangkan agar anggaran itu kembali dimunculkan pada tahun 2021 ini.
Bahkan pihaknya saat ini sudah melakukan koordinasi dengan pihak Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Provinsi Banten, agar kembali menganggarkan untuk honor kepala dan guru MDTA.
“Selain sudah berkoordinasi, kami juga saat ini sedang memproses kembali proposal pengajuan yang baru. Mudah-mudahan tak ada hambatan,” ujarnya.
Baca Juga: Perubahan APBD 2026: Pemkot Tangsel Tambah Anggaran Pendidikan, Kesehatan hingga Infrastruktur
Menurut informasi yang didapatnya ketika melakukan koordinasi, bahwa pihak Kesra Provinsi Banten mengatakan, bakal menganggarkan untuk honor itu pada anggaran perubahan.
“Kemungkinan anggaran itu kalau tidak dilakukan refocusing lagi oleh pihak Provinsi Banten, bakal cair pada bulan November atau perubahan anggaran mendatang,” tandasnya. (nipal/aditya)
























