SATELITNEWS.ID, SERANG–Meski kalah di tiga Pilkada serentak 2020 di Banten, Partai Gerindra ngotot untuk mengusung kadernya di Pilgub 2022. Kekalahan itu terjadi di Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Serang dan Kota Cilegon. Alasannya, Gerindra menjadi partai pemenang Pileg 2019 di Banten.
Sebelumnya, pada Pilgub 2017 lalu,Gerindra mendukung pasangan Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) yang merupakan kader Demokrat dan wakilnya, Andika Hazrumy dari Golkar.
Pengurus, kader dan wakil partai di parlemen juga bertekad menjadikan Gerindra bukan hanya sebagai partai pendukung pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) mendatang.
Gerindra mengutamakan kadernya untuk maju menjadi kepala daerah. Beberapa syarat pun sudah dirancang oleh partai besutan Prabowo Subianto ini.
Demikian disampaikan politisi Partai Gerindra di Senayan, Ali Zamroni kepada wartawan. “Memang Pilgub Banten masih cukup lama. Masih ada waktu untuk menjaring dan menyaring kader internal, yang akan didorong untuk maju. Yang pasti syarat-syarat untuk kader internal itu akan kita siapkan agar sang kandidat benar-benar bisa menang. Menang adalah target kami,” ungkapnya.
Katanya, sangat wajar jika Gerindra punya keinginan untuk mengutamakan kader internal. Sebab secara umum DPRD kabupaten dan kota di Banten dikuasai Gerindra. Belum lagi wakil Gerindra di Senayan dari Banten juga cukup banyak.
Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Banten Minta Anggaran Penanganan RTLH Ditambah
Di luar itu, kader Gerindra yang mumpuni di bidangnya masing-masing juga sangat banyak, dan bisa diandalkan menjadi pemimpin daerah.
Syarat lain, Ali Zamroni menegaskan, calon kepala daerah yang diincar Gerindra adalah sosok yang mampu “berlari cepat” dan memiliki semangat yang luar biasa. Kemamppuan “berlari cepat” dan memiliki semangat luar biasa itu umumnya dimiliki kaum muda.
“Jika pun Geridra nanti berkoalisi dengan partai lain, syarat itu akan menjadi syarat utama yang tidak bisa ditawar lagi. Sebab Banten yang kaya raya dan memiliki banyak potensi ini sangat membutuhkan pemimpin yang memiliki tenaga ekstra. Tenaga ekstra itu hanya dimiliki oleh kaum muda,” ujar juga mantan Wakil Ketua DPRD Banten periode 2014-2019. (rus/azm/bnn)
