SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang mendorong perusahaan yang telah mengikuti bursa kerja agar kooperatif melaporkan jumlah rekrutmen yang sudah diserap. Laporan ini dirasa penting guna mengetahui efektifitas program bursa kerja yang telah dilaksanakan selama ini.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja pada Disnaker Kota Tangerang, Wilopo Tetuko Sigit menyatakan, masih ada perusahaan yang berpartisipasi pada bursa kerja virtual Disnaker Kota Tangerang namun belum melaporkan jumlah tenaga kerja yang direkrut. Salah satu penyebab terjadinya kondisi itu adalah pandemi Covid-19.
“Beberapa perusahaan memang belum sampai laporannya ke kita. Berikutnya hingga saat ini pandemi Covid-19 masih masih berlangsung, perusahaan awalnya optimis melakukan rekrutmen seiring turunnya angka pandemi, namun ternyata belakangan angkanya justru meningkat sehingga ada yang memutuskan pending (menunda) dulu,” ujar Wilopo kepada Satelit News saat ditemui di Puspemkot Tangerang usai pembukaan Virtual Job Fair 2021, Selasa, (19/01) pagi.
Meski menunda perekrutan, Wilopo memastikan database pelamar tetap tersimpan rapi sehingga bila sewaktu-waktu perusahaan tersebut sudah siap merekrut, pelamar tinggal menunggu panggilan. “Tapi ada juga yang memang terbatas dalam melakukan pemanggilan,” terangnya.
Selain itu, dia juga meyakinkan bahwa perusahaan yang ikut dalam bursa kerja secara daring memang betul-betul memerlukan tenaga kerja. “Makanya dalam kegiatan virtual job fair ini, kita hanya sebagai fasilitator, jadi mereka (perusahaan-red) yang presentasi sendiri soal berapa kebutuhan tenaga kerja, spesifikasi apa yang dibutuhkan sampai besaran gajinya dan bagaimana sistem kerjanya,” ujarnya.
Ada pun hal lainnya yang membedakan untuk bursa kerja tahun ini adalah para pelamar bisa dipastikan adalah mereka yang hanya mempunyai identitas Kota Tangerang. “Jadi aplikasinya yang bisa menggunakan warga Kota Tangerang, beda dengan tahun lalu karena perusahaannya banyak jadi kita kasih kuota,” terangnya.
Untuk diketahuu, berdasarkan data BPS, Wilopo menyebut angka pengangguran di Kota Tangerang mencapai 97.344 pada tahun 2020. Jumlah ini naik dari tahun sebelumnya yang mencapai 79.401. “Angka pengangguran ini sama dengan 8,63 persen dari angkatan kerja,” terangnya. Kenaikan tersebut juga dipengaruhi oleh naiknya angkatan kerja. Dari yang semula 1.108.057 menjadi 1.127.599. “Jadi angkatan kerjanya juga naik lebih dari 19 ribu, itu di luar ibu rumah tangga dan anak sekolah,” pungkasnya. (made)