SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG—Untuk menghidupkan semangat para petenis, Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Pandeglang menggelar kejuaraan tenis terbuka. Ini adalah turnamen pertama yang digelar Pelti Pandeglang dalam kurun waktu 15 tahun terakhir.
Ketua Pelti Pandeglang, Fachrudin mengatakan, hampir 15 tahun Pelti Pandeglang mengalami kevakuman. Maka dari itulah untuk membangkitkan semangat para petenis, pihaknya melaksanakan open turnamen.
“Hampir 15 tahun kita vakum. Di kepengurusan baru kita adakan open turnamen untuk membakar semangat para petenis di Pandeglang. Tujuan utamanya setelah ini ingin mencari bibit muda berbakat yang ada di Pandeglang,” kata Fachrudin, usai acara penutupan Kejuaraan Tenis Pandeglang Open di Makodim 0601 Pandeglang, Minggu (31/1).
Dia mengungkapkan, Pandeglang Open 2020 diikuti 22 pasangan dari tiga kabupaten yaitu Pandeglang, Serang dan Lebak.
“Kegiatannya kami laksanakan selama dua hari yakni Sabtu dan Minggu diikuti 2 pasangan atlet dari Kabupaten Serang, 2 dari Lebak dan sisanya dari Pandeglang,”imbuh Fachrudin.
Menurutnya, pengurus Pelti Pandeglang berencana akan melakukan roadshow ke tiap Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).
“Jika sekolah mulai kembali normal kita akan datangi sekolah – sekolah untuk mencari bibit petenis muda, untuk pelatih pun sudah kami siapkan sehingga Pandeglang bisa bicara di kancah Provinsi dari cabang tenis,” janjinya.
Selama ini Pelti terkendala dengan lapangan indor. Karena, kata dia, saat cuaca hujan tentu kegiatan tidak dapat dilaksanakan.
“Ini salah satu alasan vakum dan kegiatan hari inipun Pandeglang Open harusnya dilaksanakan bulan Desember, karena hujan terus baru dapat dilaksanakan pada bulan ini,”imbuhnya.
Ia menambahkan, juara pertama pada kejuaraan tenis Pandeglang open 2020 diraih oleh pasangan dari Kabupaten Serang Andarioso dan Kurniawan. Runner up dari Kabupaten Serang atas nama Djaswadi dan Jito serta urutan ketiga dari Lebak, Ade Rana dan Ahmad.
“Untuk juara pertama mendapatkan uang pembinaan sebesar 1,5 juta, kedua 1 juta dan ketiga 750 ribu. Jangan lihat besarannya kami harap silaturahmi kita terus terjaga,” tandasnya.
Bidang Organisasi Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Pandeglang, Abdul Latif mengaku, sangat mendukung Pelti yang mengadakan turnamen terbuka. Kata dia, selama ini memang Pelti cukup lama tidak mengadakan kegiatan.
“Ini awal yang bagus di kepengurusan yang baru, semoga Pelti terus berkembang dan banyak diminati,”katanya.
Ia menilai, sejauh ini cabor Pelti di Pandeglang baru ditingkat hobi, untuk itu pada kepengurusan baru 2020-2024 Pelti harus menjadi olahraga prestasi. “Saya harap nanti ada pembibitan, saya harap ke depan ada event antar pelajar,” tandasnya. (nipal/gatot)