SATELITNEWS.ID, SERANG—Pengurus Provinsi (Pengprov) Pertina Banten akhirnya memiliki sasana tinju berstandar internasional. Sasana yang diberi nama Boxing Academy itu berada di Taktakan, Kota Serang. Boxing Academy diresmikan Ketua Umum Pengprov Pertina Banten Verry Yugangga bersama Ketua Umum PP Pertina Mayjen TNI (Purn) Komaruddin Simanjuntak dan Ketua KONI Banten Rumiah Kartoredjo, Sabtu (30/1) lalu.
Verry Yugangga berharap sasana tersebut dapat mengembalikan kejayaan tinju di era 70-an hingga 80-an. Saat itu olahraga tinju popular di kalangan masyarakat umum, bahkan menjadi tontonan favorit maupun menjadi atlet.
Verry mengklaim Boxing Academy ini merupakan sasana tinju berstandar internasional yang perdana dibuat oleh Pertina Banten, semenjak menjadi anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banten.
“Ini baru pertama kali, semenjak kami menjadi anggota cabor di KONI Banten. Walaupun di kota dan kabupaten sudah ada, namun dengan tingkat standar yang biasa. Berbeda dengan ini yang berstandar internasional,” ucap Verry.
Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan dukungannya kepada petunju Michael Romroman dan Sofia Mofu. Kedua atlet itu akan mewakili Banten di ajang PON XX Papua.
“Saya juga ingin menyuport lebih kepada kedua atlet kami, atas nama Michael Romroman dengan dan Sofia menuju PON Papua. Bahkan kalau bisa sampai ke jenjang dunia kami dukung dengan memfasilitasinya di sini,” katanya.
Ketua Umum PP Pertina Mayjen TNI (Purn) Komaruddin Simanjuntak mengatakan Verry Yugangga merupakan Ketua Pengprov Pertina pertama yang mewujudkan cita-citanya dan juga bangsa Indonesia untuk mengorbitkan petinju amatir menjadi juara.
“Ini ciri-cira khas anak muda kalau memimpin organisasi. Belum juga resmi saya dilantik, Verry ini sudah menjalankan salah satu visi-misi PP Pertina. Yaitu mempersiapkan para atlet tinju amatir Indonesia, menjadi juara Olimpiade dan pembenahan sarana prasarana dengan membuat sasana ini,” ujar Ketua Umum PP Pertina Komaruddin Simanjuntak .
Ia berharap, dengan berdirinya sasana standar Internasional di Banten ini, bisa menjadi gairah tersendiri bagi atlet pemula dalam mengembangkan potensinya di atas ring.
“Ini harapan kita, harapan bangsa. Bukan milik saya atau mereka. Tapi kami,” tuturnya. (gatot)