SATELITNEWS.ID, BAYAH—Pembangunan jembatan gantung semi permanen yang menghubungkan Kampung Ramadi Desa Cimancak dan Kampung Suakan, Desa Suakan, Kecamatan Bayah, ambruk. Meski belum diketahui penyebab pastinya, namun ada dugaan ambruknya jembatan yang menelan anggaran hingga Rp 3 miliar akibat seling putus.
Pembangunan jembatan dengan anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Lebak diketahui dikerjakan oleh PT Batu Indah Langgeng. Ironisnya, jembatan yang melintasi Sungai Cimadur itu putus, padahal masih tahap pengerjaan. “Menurut info mah salah teknis pengerjaan, atau bisa saja kelalaian,” kata tokoh masyarakat Bayah, Erwin Komara Sukma, saat dihubungi Satelit News melalui telepon selulernya, Rabu (10/02).
Akibat kondisi tersebut, menurut mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lebak ini, pihak pelaksana harusnya segera memperbaikinya. “Pihak pelaksana lebih hati- hati dan teliti dalam pengerjaan, mengingat cuaca saat musim penghujan suatu waktu datang banjir. Akan lebih menyulitkan apalagi dengan anggaran yang cukup besar,” ujar Erwin.
Senada dikatakan relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kecamatan Bayah, bernama Gagan. Kata Gagan, ia melakukan pengecekan terhadap jembatan tersebut karena khawatir akibat bencana banjir.
“Awal mulanya saya ngecek itu khawatir akibat banjir. Eh, setelah ditelusuri, seling yang digunakan pembuatan jembatan tersebut tidak sesuai dengan panjang jembatan. Kejadian ini pun sudah saya sampaikan ke pimpinan BPBD,” pungkasnya.
Terpisah, Sekretaris Dinas Pengerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lebak, Irvan Suyatupika membenarkan pembangunan jembatan semi permanen yang memiliki bentang 60 meter dengan lebar 2,1 meter di Kecamatan Bayah putus.
Baca Juga: Brak, Jembatan Pasirnangka Pandeglang Ambruk, Truk Bermuatan Kayu Nyaris Masuk Jurang
“Kita dapat info itu kejadiannya sekitar pukul 08.00 WIB, Selasa (09/02). Sinah dibenerkeun deui (harus diperbaiki lagi). Tadi dipanggil ku kejaksaan ( dipanggil sama Kejaksaan). Itu diduga lalai,” pungkasnya. Sementara hingga berita ini ditulis, Satelit News belum mendapat klarifikasi dari PT Batu Indah Langgeng selaku pihak pengembang. (mulyana/made)
























