SATELITNEWS.ID, BATUCEPER—Air yang menggenangi puluhan rumah warga di jalan Darussalam RW 3 Kelurahan Batusari Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang masih belum surut hingga Rabu (17/2). Banjir setinggi 40 sentimeter sudah berlangsung sejak Selasa (16/2) lalu.
“Ini sudah 24 jam lebih tapi masih banjir rumah saya. Hampir semua RT di RW 3 banjir. Ada sebagian warga yang mengungsi. Tapi sebagian besar masih bertahan di rumah,” ujar salah satu warga, San Rodi kepada Satelit News, Rabu, (17/2).
San Rodi mengatakan pemukiman tersebut tergenang air disebabkan oleh sistem drainase yang buruk. Sendimentasi lumpur menyebabkan saluran drainase menjadi dangkal. Sehingga, ketika hujan deras mengguyur airnya sudah tidak dapat tertampung dan merembes hingga ke permukiman warga.
“Ditambah posisi kali (kali yang menjadi hilir drainase) itu lebih tinggi ketimbang drainase. Jadi tidak bisa nampung air kalo hujan deras,” katanya.
Alumni STISIP Yuppentek Tangerang ini menambahkan harus ada upaya normalisasi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang. Drainase dan Kali yang dangkal karena sendimentasi lumpur harus dikeruk untuk dapat menampung air kembali.
“Jadi air bisa ngalir lagi, rumah warga tidak banjir lagi. Kalau sekarang ya mau gak mau kita harus nunggu sampai airnya benar-benar surut,” katanya.
Baca Juga: 304 Bangunan Hangus Terbakar di Kemayoran, 620 Orang Mengungsi
San Rodi, tidak mengetahui ihwal surutnya air namun dari pengalaman sebelumnya genangan surut lebih dari 24 jam. “Apalagi musim hujan gini, setiap hujan pasti banjir,” imbuhnya.
Hal senada diungkapkan oleh Lurah Batusari, Mohammad Fahmi. Menurut dia, genangan yang terjadi di wilayahnya disebabkan oleh Kali Tinggi yang terdapat di Kelurahan Batujaya. Kali Tinggi mengalami sendimentasi lumpur sehingga tak dapat menampung air saat curah hujan tinggi.
“Memang sebenarnya bukan drainase yang buruk. Tapi karena Kali Tinggi itu yang sudah dangkal. Kan air dari drainase warga larinya ke Kali Tinggi,” ujarnya.
Pihaknya pun telah melakukan berbagai upaya. Menurut dia pihak kelurahan hanya sebagai fasilitator untuk mempercepat penganan genangan air yang terjadi di wilayahnya.
“Kita sudah dorong Dinas PUPR untuk mempercepat penanggulangannya termasuk normalisasi. Kemudian terkait kesehatan kita sudah komunikasi dengan PMI untuk stand by. Kemudian ke Dinsos untuk bantuan pangan,” tuturnya.
Fahmi menuturkan kalau sebenarnya warga sudah kompak melakukan gotong royong untuk mengantisipasi genangan air. Namun, kata hal ini akan percuma bila Kali Tinggi tak dinormalisasi.
Baca Juga: Hujan Siang Hari Sebabkan Banjir di Tangsel
“Alhamdulilah RT/RW kota kompak. Tapi sekali lagi sumbernya di Kali Tinggi yang ada di Batu Jaya itu harus segera dinormalisasi,” jelasnya.
Kepala Bidang Tata Air untuk DPUPR Kota Tangerang, Mursiman mengatakan genangan air yang melanda sebagian wilayah tersebut disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi dan lama. Untuk banjir wilayah Batusari, kata Mursiman, disebabkan wilayah sana merupakan daerah cekungan. Pada tahun ini, pihaknya akan membuat kolam olakan dan pemasangan pipa di wilayah sana.
“Pembuatan kolam olakan dan pompanisasi. Di samping dari teman teman operasi dan pemeliharaan melakukan normalisasi di salurannya,” jelasnya. (irfan/gatot)
