SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Sedikitnya 620 warga mengungsi dan 304 bangunan hangus terbakar dalam kebakaran besar yang melanda permukiman padat di Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026) malam.
Ratusan warga terdampak kini dievakuasi ke Lapangan Serbaguna milik pengusaha Jusuf Hamka yang difungsikan sebagai lokasi pengungsian sementara. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebut para pengungsi telah ditempatkan di tenda-tenda darurat di lokasi tersebut.
“Data yang kami himpun hingga siang ini terdapat kurang lebih 620 jiwa yang terdampak kebakaran di Kelurahan Kebon Kosong,” ujar Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, di lokasi pengungsian, Selasa (2/6/2026).
Pendataan lanjutan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat jumlah warga terdampak mencapai 679 jiwa, terdiri dari 326 laki-laki dan 353 perempuan. Dari jumlah tersebut terdapat kelompok rentan, yakni 35 lansia, 90 balita, serta dua ibu hamil.
Selain itu, tercatat 53 anak usia sekolah dasar, 60 siswa SMP, 22 remaja SMK, serta 414 warga usia dewasa yang terdampak dalam peristiwa tersebut.
Kebakaran juga menghanguskan 304 bangunan yang dihuni sekitar 354 kepala keluarga (KK). Mayoritas bangunan merupakan rumah semi permanen yang berdiri rapat, sehingga api cepat merambat sebelum berhasil dikendalikan petugas.
Baca Juga: Korban Jiwa Bencana Sumatera Tembus 1.177, 242.174 Masih Mengungsi
Sebanyak delapan warga dilaporkan mengalami luka-luka, terdiri dari enam perempuan dan dua laki-laki. Seluruh korban telah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Hermina.
Untuk penanganan darurat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan 14 tenda pengungsian yang dilengkapi dapur umum, posko kesehatan, serta layanan logistik. Bantuan makanan siap saji, air mineral, dan perlengkapan dasar juga telah disalurkan ke lokasi pengungsian.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan seluruh fasilitas darurat telah diaktifkan, termasuk layanan kesehatan dan dukungan psikologis bagi anak-anak di pengungsian. “Semua sudah kita siapkan di Lapangan Yusuf Hamka, termasuk dapur umum dan dukungan psikologi untuk anak-anak,” ujarnya.
Meski tidak ada fasilitas sekolah yang terdampak, banyak siswa kehilangan perlengkapan belajar akibat rumah mereka hangus terbakar. Pemerintah juga memastikan siswa yang terdampak tetap dapat mengikuti ujian sekolah melalui mekanisme susulan yang disiapkan Dinas Pendidikan.
Rano Karno juga mengungkapkan pemerintah provinsi telah berulang kali menawarkan relokasi ke rumah susun (rusun) bagi warga Kebon Kosong yang tinggal di atas lahan milik Sekretariat Negara
(Setneg). Namun, sebagian besar warga memilih tetap bertahan di lokasi tersebut.
“Enggak mau coba di rumah susun? Aduh Bang, kita lahir di sini Bang, bahkan yang namanya ari-ari kita ditanam di sini,” kata Rano menirukan percakapan dengan warga saat peninjauan lokasi.
Baca Juga: Longsor 10 Meter Tutup Akses Jalan di Setu, Belasan Orang Mengungsi
Ia menyebut kedekatan emosional menjadi salah satu alasan utama warga enggan pindah, meski pemerintah telah menawarkan hunian yang lebih layak. Pemprov DKI, kata Rano, akan terus memberikan pemahaman terkait manfaat tinggal di rumah susun.
“Kita selalu berusaha untuk menyadarkan masyarakat, bahwa bukan berarti tidak layak, tapi mungkin kalau tinggal di rumah susun jauh lebih layak,” ujarnya.
Selain persoalan relokasi, Rano memastikan pemerintah daerah akan tetap memberikan bantuan bagi warga terdampak untuk mendukung proses pemulihan, meski ia belum merinci bentuk maupun besaran bantuan yang akan diberikan.
Dari sisi penanganan awal, kepolisian menyebut kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dari salah satu rumah warga di kawasan belakang Pasar Jiung, Kemayoran. “Api muncul dari dua rumah dan langsung membesar,” ujar Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri.
Warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), namun kobaran cepat merambat ke bangunan lain yang mayoritas semi permanen.
Petugas pemadam kebakaran menerima laporan pada pukul 20.55 WIB dan tiba di lokasi sekitar delapan menit kemudian. Api berhasil dilokalisasi pada pukul 23.30 WIB sebelum proses pendinginan selesai pada dini hari.
Hingga kini, kepolisian masih melakukan pendataan kerugian serta penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut. (rmg/xan)

















