SATELITNEWS.ID, SERANG–Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten, tanggap darurat bencana banjir yang terjadi di sejumlah daerah, sejak Sabtu (20/2) lalu. Diantaranya, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Serang.
Berdasarkan Laporan Situasi Palang Merah Indonesia (Lapsit-PMI) Provinsi Banten, tercatat sebanyak 17 kecamatan di wilayah Kota Tangerang mengalami banjir. Sedangkan di Kota Tangerang Selatan, sebanyak 7 kecamatan, di Kabupaten Tangerang 5 kecamatan, dan Kabupaten Serang 2 kecamatan.
“Curah hujan pada bulan Februari ini cukup tinggi, kita semua harus tanggap darurat bencana,” kata Ketua Divisi Penanggulangan Bencana PMI Banten, Wawan Mulyana, Minggu (21/2).
Merespon bencana banjir tersebut tambah Wawan, pengurus PMI Provinsi Banten dibawah koordinasi PMI pusat, mendorong bantuan logistik ke PMI kabupaten/kota terdampak. Antara lain 196 lembar terpal, 25 box perlengkapan bayi, dan 3 ember kaporit.
Kemudian dari dukungan PMI Pusat, untuk wilayah Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan, telah diturunkan bantuann 3.000 roti, 1.500 selimut, dan 6.000 masker. “Kami pun menurunkan ratusan relawan, untuk membantu warga dalam proses penanggulangan banjir,” ujarnya.
Dalam rangka meringankan beban para korban banjir, PMI Kota Tangerang mendirikan Posko Pelayanan Dapur Umum di Kelurahan Batusari Kecamatan Batuceper dan Markas PMI Kota Tangerang. “Relawan PMI telah melakukan asesmen, evakuasi, dan upaya lain dalam rangka membantu masyarakat,” ujar Wawan.
Baca Juga: Kirim Nakes ke NTT, PMI Banten Bawa 130 Kg Obat untuk Bantu Pengungsi
“Demikian juga PMI Kota Tangerang Selatan, PMI Kabupaten Tangerang, dan PMI Kabupaten Serang. Kami pun telah melakukan pendistribusian 10.000 liter air bersih. Semua upaya PMI ini tidak lupa atas koordinasi dan kerja sama dengan BPBD kabupaten/kota,” tambahnya.
Sementara, Ketua PMI Provinsi Banten Ratu Tatu Chasanah berpesan untuk para relawan, agar selalu menjaga kesehatan, serta menerapkan protokol kesehatan dalam penanggulangan bencana. “Penanggulangan bencana di saat pandemi ini tidak mudah. Tetapi kita harus selalu turun, selalu membantu masyarakat. Untuk semua relawan PMI, selalu memperkuat ketangguhan dengan tetap menjaga kesehatan,” ungkap Tatu.
Terpisah, Dinas Kesehatan Provinsi Banten Bersama Dinas Kesehatan Kota Tangerang, bergerak cepat melakukan penanganan kesehatan kepada korban banjir di Kota Tangerang, Sabtu (20/2). Pelayanan kebutuhan dasar tersebut disiagakan di 38 Puskesmas, sebagai Posko Kesehatan Utama dan 23 Posko Kesehatan Darurat.
Kepala Dinas Kesehatan Banten, Ati Pramudji Hastuti memaparkan, posko kesehatan darurat yang disiagakan itu untuk menangani masyarakat korban bencana banjir. Pelayanan pun, kata Ati, diberikan selama 24 jam nonstop.
Untuk Posko Kesehatan Darurat sendiri dibuka di beberapa tempat umum dan sosial, seperti di RT 06 RW 004 Cibodas, Mushola Khotibiyah RT 01 RW 08 Sangiang, Pondok Lakah Permai RW.16, SDN 2Tajur, Taman Elang, Mutiara Pluit, Kecamatan Periuk, Puskesmas Cikokol, dan Komplek DDN RW 08 Kelurahan Karang Mulya.
Kemudian di RT 04 RW 06 Cibodasari, Gerbang Utama PGP RW. 5, Komplek Patal RW 03 Kelurahan Gaga, Kelurahan Larangan Utara, Larangan Selatan RT 05 RW 09, Aula Kelurahan Tajur, Balai Warga RW 07 Cimone Permai 1, Balai Hompimah, Total Persada, Masjid Al Irsyad Pedurenan, Depan Klinik Mulya PKM Pedurenan, RT 09 RW 08 Cibodasari PKM Cibodasari, Karawaci Baru RT 06 RW 04 dan Cimone RW 07
Baca Juga: PMI Banten Siapkan 6 Juta Liter Lebih Air Bersih Bagi Daerah Terdampak Kekeringan
Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) yang turun langsung ke lokasi banjir, mengimbau agar masyarakat tetap tenang. Sebab Pemprov Banten tidak akan tinggal diam melihat kondisi ini, dan akan segera menanganinya.
“Tetap waspada, semoga kita semua diberikan keselamatan dan kesehatan,” ujar Gubernur.
Berdasarkan informasi, sampai saat ini jumlah pengungsi korban terdampak banjir dilaporkan sebanyak 2.130 orang. (sidik/mardiana)
























