SATELITNEWS.ID, SERANG–Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang, banyak menerima permohonan latihan kerja untuk masyarakat. Permintaan tersebut antara lain, datang dari Kecamatan Baros dan Anyer.
Kepala Bidang (Kabid) Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja Disnakertrans Kabupaten Serang, Sutarya mengatakan, berdasarkan permohonan yang masuk untuk di Kecamatan Baros ada empat proposal, antara lain pelatihan tanam cabai, budidaya ikan nila dan sayur – sayuran, yang akan dilaksanakan di desa.
Proposal yang masuk tambahnya, akan ditindaklanjuti dengan mengarahkan langsung untuk mengikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) yang ada di Lembang, Bandung, Provinsi Jawa Barat. “Karena BLK Lembang itu khusus pertanian dan peternakan, cuma kita yang menjembatani,” kata Sutarya, Senin (1/3).
Sutarya menuturkan, pelatihan di BLK Lembang sebelumnya pernah dilaksanakan. Yakni pelatihan budidaya ikan koi, yang pesertanya dari Kecamatan Baros dan budidaya sayur hidroponik. “Itu mereka sudah lulus. Bahkan untuk hidroponik, sudah menghasilkan dan sudah memasarkan melalui online. Cakupannya bukan hanya di Kota Serang, ada yang ke Tangerang dan Rangkas. Cuma mereka kewalahan sarana prasarana,” tuturnya.
Selain dari Kecamatan Baros tambahnya, pihaknya juga menerima permintaan latihan kerja dari Kecamatan Anyer. Menurutnya, di wilayah tersebut saat ini tengah ada perusahaan baru yang akan berdiri. “Nah perusahaan yang masuk ke Anyer itu, di minta kompensasinya supaya bisa menampung orang kita. Tapi perusahaan juga punya persyaratan. Oleh karena itu, Pak Sekmat dan Pak Camat mempersiapkan diri untuk mengisi disitu, pelatihan apa, makanya saya silahkan sounding dulu ke perusahaan yang dibutuhkan apa. Tapi saya lihat kebanyakan itu las. Karena masih konstruksi,” terangnya.
Namun Sutarya menyampaikan, pada tahun ini kegiatan pelatihan tidak dapat dilakukan secara maksimal. Sebab anggaran yang dimiliki, khusus pelatihan menurun, hanya Rp 600 juta. “Biasanya kami punya anggaran diatas Rp 1 Miliar, sekarang Rp 600 juta. Jadi hanya dapat satu (pelatihan), nanggung gitu. Saya berharap, dapat kelonggaran anggaran dari Pemda. Karena kita maklum bersama, pengangguran kita walaupun secara urutan di nomor tiga, tapi secara angka meningkat dampak Covid-19,” imbuhnya. (sidik/mardiana)
Baca Juga: Akibat Keterbatasan Keuangan Daerah, Tukin ASN Pemprov Banten Terancam Dipotong
























