SATELITNEWS.ID, SERANG–Selalu melewati berbagai proses dan rintangan, Endang Kurnia (25), warga Kampung Panyabrangan, RT 006 RW 002, Desa Panosogan, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, yang sempat hilang terbawa arus di Sungai Ciujung, Sabtu (27/2) lalu, akhirnya berhasil ditemukan.
Sayangnya, saat ditemukan korban dalam keadaan mengambang dan sudah tak bernyawa, di Kampung Astana, Desa Purwadadi, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Serang.
Staf Desa Panosogan yang juga Kelompok Masyarakat Siaga Bencana (KMSB), Yudit Maulana mengatakan, korban ditemukan oleh warga Desa Purwadadi, dalam posisi mengambang. Warga yang menemukan, langsung menginformasikan ke warga di Panosogan.
“Setelah dilihat ke lokasi, benar warga kami. Kondisi korban masih utuh,” kata Yudit, Kamis (4/3).
Menurutnya, jasad korban kemudian langsung dievakuasi ke rumah duka untuk dimakamkan oleh keluarga. “Alhamdulillah sudah di rumah shohibul musibah,” tuturnya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Nana Sukmana Kusuma, membenarkan ditemukannya korban tenggelam di Sungai Ciujung itu. Korban ditemukan, dengan jarak kurang lebih 20 kilometer, dari tempat kejadian musibah.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Berpotensi Masih Terjadi, BPBD Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan
“Pukul 08.30 WIB, tim gabungan mendapat informasi dari warga korban sudah ditemukan, di Kampung Astana, Desa Purwadadi, Kecamatan Lebakwangi,” ungkap Nana.
Kemudian tambahnya, sekitar pukul 09.30 WIB tim gabungan langsung mengevakuasi dan diserahkan ke pihak keluarga korban. Tim gabungan melakukan penutupan operasi pencarian korban perahu eretan, dan dinyatakan selesai.
“Korban sudah dibawa ke rumah duka. Sumber daya di lokasi, BPBD Kabuaten Serang, Basarnas Banten, PMI Kabupaten Serang, Koramil, Kepolisian, Tagana, masyasrakat, tim Puskesmas dan aparatur Desa,” imbuhnnya. (sidik/mardiana)
