SATELITNEWS.COM, SERANG – Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (PUSDALOPS) BPBD Kabupaten Serang, mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, yang diprakirakan terjadi di wilayah Provinsi Banten, periode 17 hingga 22 Januari 2026.
Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II, dimana sepekan terakhir telah terjadi peningkatan curah hujan yang signifikan di beberapa wilayah Banten, termasuk Kabupaten Serang dengan curah hujan mencapai 148 mm/hari.
Operator Pusdalops BPBD Kabupaten Serang, Jhony E Wangga mengatakan, bahwa akibat adanya peningkatan curah hujan yang signifikan di beberapa wilayah Banten menyebabkan sejumlah kejadian bencana hidrometeorologi, antara lain banjir yang masih berlangsung di beberapa Kecamatan di Kabupaten Serang, serta kejadian banjir dan tanah longsor di wilayah lain di Provinsi Banten.
Jhony menuturkan, kondisi dan dinamika Atmosfer BMKG menyampaikan bahwa kondisi cuaca ekstrem di Banten dipengaruhi oleh beberapa faktor atmosfer, antara lain penguatan Monsun Asia yang meningkatkan suplai udara basah, Anomali suhu muka laut yang lebih hangat, Keberadaan Bibit Siklon Tropis 96S yang memengaruhi pola angin dan pembentukan awan hujan, kelembapan udara tinggi dan atmosfer yang labil.
“Kondisi ini berpotensi meningkatkan intensitas hujan sedang hingga sangat lebat, disertai angin kencang dan risiko bencana turunan,” ujat Jhony, Minggu (18/1/2026).
Jhony mengungkapkan potensi dampak di Kabupaten Serang berdasarkan prakiraan cuaca BMKG antara lain hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Serang pada periode 17–19 Januari 2026, Pada periode 20–22 Januari 2026, hujan sedang–lebat berpeluang terjadi khususnya di Kabupaten Serang bagian Barat dan Selatan.
Baca Juga: 425 Ekor Ayam Petelur Milik BUMDes di Lebak Hanyut, Hanya Sisakan Puing
Angin kencang lebih dari 25 knot berpotensi terjadi di wilayah pesisir barat Kabupaten Serang, potensi banjir pesisir (rob) diprakirakan terjadi pada 18–22 Januari 2026, terutama di Pesisir Utara Kabupaten Serang, seiring dengan fase Bulan Baru pada 19 Januari 2026.
Sehubungan dengan kondisi tersebut, kata Jhony PUSDALOPS BPBD Kabupaten Serang mengimbau masyarakat di wilayah rawan banjir, longsor, dan pesisir agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan lebat dan angin kencang
Menghindari aktivitas di bantaran sungai, daerah lereng curam, dan wilayah pesisir saat cuaca ekstrem berlangsung, memastikan saluran air dan drainase lingkungan tetap bersih untuk mengurangi risiko genangan, nelayan dan pengguna transportasi laut agar memperhatikan prakiraan cuaca dan tinggi gelombang sebelum melaut
“Pemerintah desa, kecamatan, dan relawan kebencanaan agar meningkatkan kesiapsiagaan, pemantauan wilayah, serta kesiapan jalur evakuasi. Masyarakat diminta segera melaporkan kondisi darurat atau kejadian bencana kepada aparat setempat atau PUSDALOPS BPBD,” tambahnya.
Jhony menyampaikan, bahwa PUSDALOPS BPBD Kabupaten Serang akan terus melakukan pemantauan situasi secara intensif dan berkoordinasi dengan BMKG, TNI/Polri, Perangkat Daerah, serta unsur terkait lainnya untuk memastikan kesiapsiagaan dan respons cepat apabila terjadi bencana.
“Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca resmi melalui BMKG, aplikasi InfoBMKG, serta kanal informasi resmi BPBD Kabupaten Serang,” pungkasnya. (sidik)
Baca Juga: Tanah Longsor Timpa Dua Rumah Warga Mandalawangi Pandeglang
