SATELITNEWS.ID, SERANG–Tumpukan sampah liar dialiran Kalimati Ciujung, masih dikeluhkan masyarakat Desa Domas, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang. Karena sampai sekarang, di lokasi tersebut belum ada tempat pembuangan sampah.
Seorang warga setempat, Najiullah mengatakan, membuang sampah rumah tangga dialiran Kalimati itu, sudah menjadi kebiasaan warga sejak lama. Menurutnya, persoalan tersebut hingga kini belum ada tindakan konkrit, baik dari Pemerintah Desa atau Kecamatan, maupun dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang.
“Sudah berlangsung bertahun-tahun. Di Domas itu, kekurangan tempat pembuangan sampah akhir. Sampai sekarang belum ada yang menangani,” kata Najiullah, Selasa (16/3).
Pria yang akrab disapa Naji inipun berharap, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang rutin mengangkut sampah menggunakan armada yang dimilikinya. Karena, kondisinya sekarang sudah semakin menumpuk. Jika terus dibiarkan, maka tumpukannya akan semakin banyak dan menjadi ancaman sumber penyakit.
“Kebanyakan sampah rumah tangga. Pihak desa dan kecamatan sudah tahu, cuma tidak ada tindakan apa-apa,” tuturnya.
Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Pertamanan dan Persampahan DLH Kabupaten Serang, Toto Mujiyanto, mengakui di Desa Domas selama ini tidak ada pelayanan angkutan sampah. Sehingga, warga membuang sampah ke kali, pinggir jalan, hingga di empang.
“Kalau untuk volume sampah banyak, sekarang itu kan sudah menyebar, hampir setiap desa permasalahannya sampah. Makanya, banyaknya sampah liar itu, karena tidak ada pelayanan,” ungkap Toto.
Menurutnya, jika ingin ada layanan angkutan sampah, pihak desa bisa mengajukan permohonan ke DLH. Kemudian, nanti akan dibuat kontrak kerjasama dan muncul hak dan kewajibannya. “Karena tidak ada layanan, sekarang kita nyisirnya di jalan-jalan protokol saja,” pungkasnya.
Prinsipnya ujar Toto, pihaknya siap melayani angkutan sampah tersebut setelah ada permohonan dari pihak desa atau kecamatan setempat. Sehingga, ada yang bertanggungjawab. Karena dikatakannya lagi, angkutan sampah itu retribusinya, sesuai dengan Perda yang berlaku. (sidik/mardiana)