SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Vaksinasi bagi guru di Kota Tangerang rampung dilaksanakan. Total ada 4.700 tenaga pendidikan dari kuota 5.000 telah divaksin dua kali. Demikian, diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Tangerang, Jamaluddin.
“Untuk jumlahnya Jumat kemarin ada 1.100 sekaranf sudah 3.600 jadi totalnya di 4.700. Mudah-mudahan vaksin kedua ini guru sehat dan bukan hanya guru tapi kota Tangerang sehat termasuk Indonesia,” ujarnya usai vaksinasi guru termin kedua di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa, (16/3).
Jamaluddin yang juga menjabat sebagai ketua PGRI Kota Tangerang ini mengatakan sebagian guru memang tak mendapat vaksin karena berbagai ketentuan. Rata-rata karena masalah kesehatan mulai dari jantung hingga hipertensi.
“Dan itu juga saran-saran dari dinas kesehatan pas dicek darah tinggi ataupun hal-hal lain dia tidak bisa ikut vaksin,” katanya.
“Yang berhalangan mungkin di bulan April rencana ada lagi, nanti kita lihat kalau kondisi badan sehat, saran dokter sehat kita ikut kan vaksin,” tambah Jamaluddin.
Guru yang mendapat vaksin hanya untuk jenjang TK, SD dan SMP saja di Kota Tangerang. Sementara untuk tingkat SMA diarahkan ke Provinsi Banten.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Rp31 Triliun untuk Guru PPPK
“Bahkan kami Dindik diarahkan sampai ke perguruan tinggi kurang lebih ada 500 orang, SMA kebetulan itu provinsi punya program juga diarahkan ke provinsi,” tutur Jamal.
Dengan upaya tersebut diharapkan pembelajaran tatap muka dapat segera dilancarkan pada Juli mendatang. Sesuai dengan rencana Kemendikbud.
“Ini harapan saya, kita lihat saja situasi dan kondisi April Mei Juni. Tiga bulan lagi mudah-mudahan kota Tangerang zona hijau, Banten hijau dan Indonesia hijau. Kita tatap muka kembali, intinya itu saja,” kata Jamaluddin.
Soal sekolah tatap muka sedari awal pada Januari lalu kata Jamaluddin pihaknya telah menyiapkan skema. Namun, saat itu Kota Tangerang kembali menjadi zona merah penyebaran Covid-19. Terlebih arahan Kemendikbud yang meminta untuk sementara tak ada sekolah tatap muka dahulu.
“Lihat situasi dan kondisi, kita sudah buat skenario baik itu 70, 30 persen maupun 50-50 nanti tergantung lihat situasi dan kondisi. Kira-kira zona seperti apa ? masyarakat seperti apa, ? termasuk guru-guru Seperti apa ? kita lihat saja tergantung pada bulan Juli,” kata dia.
“Kemarin pada posisi Januari kita mau tatap muka tidak memungkinkan angkanya luar biasa. Kita lihat situasi dan kondisinya dan nanti kita nunggu arahan Kemendikbud, pak wali kota pak gubernur dan sebagainya. Jadi kita tunggu informasi selanjutnya,” pungkas Jamaluddin. (irfan/gatot)
Baca Juga: 300 Tenaga Kerja Asing Bekerja di Tangsel, Mayoritas Guru dari Timur Tengah
























