SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang menilai Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring tidak efektif. Demikian diungkapkan Ketua DPRD Kota Tangerang, Gatot Wibowo.
Politisi dari Fraksi PDIP ini menilai, PJJ cenderung hanya menyia-nyiakan waktu saja. Sehingga, pelajaran yang diberikan kepada murid tak terserap secara maksimal. Bila dibandingkan pembelajaran tatap muka. “Itu yang saya rasakan juga sebagai orangtua murid. Saya punya anak kelas 2 SMP,” ujarnya kepada Satelit News, Rabu, (17/03).
Gatot menuturkan PJJ juga mempengaruhi psikologis anak lantaran banyak waktu yang terbuang. Sehingga para murid mencari kegiatan di luar rumah tanpa ada kontrol dari orangtua. “Karena hubungan sosial murid ada di sekolah. Jadi saya juga was-was dengan kegiatan anak saya. Cenderung menyiakan-nyiakan waktu, main terus,” kata dia.
Imbanya, banyak murid yang melalukan kegiatan negatif di luar rumah. Sebut saja menumpang kendaraan di jalan dan tawuran. Hal ini kata dia berpotensi menimbulkan celaka. “Kita berharap pemerintah melakukan penyuluhan. Kan bisa dilakukan di sekolah, kalau masih ada siswa,” harapnya.
Menurut Lulusan Universitas Bung Karno ini, peran guru sangat penting. “Kita sekolah mengimbau kadang siswa lebih mendengarkan guru dari pada orangtua,” imbuhnya. Sebagai orangtua murid dirinya pun berharap Sekolah tatap muka juga segera dilaksanakan. Pasalnya, tak semua anak dapat mencerna pelajaran melalui virtual. Pada kenyataan, banyak murid yang tak memperhatikan pelajaran melalui virtual. “Kalu sebagai wali murid kita berharap segera dilakukan tatapmuka dengan tetap menerapkan prokes,” kata dia.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tangerang, Jamaluddin mengatakan dirinya belum mengetahui jadwal sekolah tatap muka. Namun diharapkan pembelajaran tatap muka dapat segera dilancarkan pada Juli mendatang. Sesuai dengan rencana Kemendikbud.
Baca Juga: Cegah Tawuran Pelajar,DPRD Kota Tangerang Usulkan Satgas Khusus Awasi Medsos
“Ini harapan saya, kita lihat saja situasi dan kondisi April Mei Juni. Tiga bulan lagi mudah-mudahan Kota Tangerang zona hijau, Banten hijau dan Indonesia hijau. Kita tatap muka kembali, intinya itu saja,” kata Jamaluddin.
Soal sekolah tatap muka sedari awal pada Januari lalu kata Jamaluddin pihaknya telah menyiapkan skema. Namun, saat itu Kota Tangerang kembali menjadi zona merah penyebaran Covid-19. Terlebih arahan Kemendikbud yang meminta untuk sementara tak ada sekolah tatap muka dahulu.
“Lihat situasi dan kondisi, kita sudah buat skenario baik itu 70, 30 persen maupun 50-50 nanti tergantung lihat situasi dan kondisi. Kira-kira zona seperti apa? Masyarakat seperti apa, ? termasuk guru-guru Seperti apa ? kita lihat saja tergantung pada bulan Juli,” kata dia..
“Kemaren pada posisi Januari kita mau tatap muka tidak memungkinkan angkanya luar biasa. Kita lihat situasi dan kondisi nyadan nanti kita nunggu arahan Kemendikbud, pak walikota pak gubernur dan sebagainya. Jadi kita tunggu informasi selanjutnya,” pungkas Jamaluddin. (irfan/made)
