SATELITNEWS.ID, RANGKASBITUNG–Seiring dengan rencana pemerintah, yang akan kembali memberlakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka. Sejumlah sekolah di Kabupaten Lebak, menggelar simulasi dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 ketat. Salah satunya, di Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Curug Badak, Kecamatan Maja.
Sekolah itu, kini sudah memulai simulasi KBM tatap muka yang digelar dengan penerapan protokol kesehatan ketat. Para guru, staff sekolah, dan para murid, diwajibkan menggunakan masker, menjalani pemeriksaan suhu tubuh sebelum memasuki ruangan kelas, dan mencuci tangan.
“Simulasi ini kita gelar, untuk mengecek persiapan sekolah dalam mengahdapi pelaksanaan PTM (Pembelajaran Tatap Muka) dimasa pandemi Covid-19,” kata Kepala SDN 1 Curug Badak, Ahmad Hudri, Selasa (13/4).
Hudri mengaku, meski masih menunggu rekomendasi pelaksanaan PTM dari Dindikbud Lebak, namun pihaknya telah menggelar simulasi PTM sejak Sabtu (10/4) lalu. “Kami sudah mempersiapkan segalanya, termasuk protokol kesehatan (Prokes) ketat dan lengkap,” akunya.
Menurutnya, dalam simulasi itu pihaknya menerapkan sistem kelompok dengan membagi satu kelas menjadi dua kelompok, per satu kelompok diikuti 18 siswa. Selain itu, jumlah hari pelaksanaan PTM-nya juga diatur, dengan hanya mewajibkan setiap siswa untuk hadir di sekolah selama 3 hari saja, 3 hari lainnya hanya menjalani pembelajaran daring.
“Kelompok pertama, siswa belajar selama tiga hari, hari Senin sampai hari Rabu. Untuk kelompok kedua, siswa belajar dari hari Kamis hingga hari Sabtu. Dalam satu hari, siswa belajar selama dua jam saja, tanpa ada jeda waktu untuk istirahat bagi para siswa. Jadi siswa belajar di sekolah tiga hari, dan tiga harinya lagi belajar di rumah,” terangnya.
Baca Juga: Simulasi Penanganan Huru – hara, Mapolda Banten Diserang, Satu Orang Diamankan
Ia berharap, dengan pelaksanaan PTM itu dapat kembali menumbuhkan semangat belajar para siswa, yang sebelumnya pernah redup akibat pembelajaran daring. “Ya, kalau untuk sekokah sudah siap melaksanakan kegiatan belajar tatap muka. Mudah – mudahan, di tahun ajaran baru pelaksanaan kegiatan belajar tatap muka bagi para siswa dapat dilaksanakan dengan baik,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Lebak menargetkan, akan memulai Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sekolah tingkat SD dan SMP di Kabupaten Lebak pada 14 April 2021 nanti.
Dalam pelaksanaan PTM itu, Dindik Lebak mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri. SKB Empat Menteri itu yakni, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri, tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 pada Masa Pandemi Covid-19.
“PTM itu mengacu pada SKB empat menteri, yang mengatur skenario tentang PTM dilingkungan sekolah. InsyaAllah akan bisa mulai dibuka pada 14 April nanti,” kata Kepala Dindikbud Lebak, Wawan Ruswandi. (mulyana/mardiana)
