SATELITNEWS.ID, SERANG–Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Tata Bangunan (DPKPTB) Kabupaten Serang, menargetkan pada awal Juni kontrak pekerjaan pembangunan satu gedung Puspemkab sudah ditanda tangani. Rencananya gedung yang akan dibangun yakni, kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).
“Jadi kami akan mengupayakan, agar pembangunan Puspemkab ini satu gedung OPD harus terbangun tahun ini. Nah progresnya, kita sudah melakukan usulan seleksi konsultan pengawas supervisi, itu sudah masuk ke UKPBJ, minggu depan juga kontruksi akan diajukan ke UKPBJ,” kata Plt Kepala DPKPTB Kabupaten Serang, Okeu Oktaviana, Kamis (15/4).
Okeu-pun menargetkan, kontrak pekerjaan tersebut sudah dapat ditanda tangani pada awal Juni. Sehingga, pekerjaan pembangunan dapat diselesaikan dalam waktu 6 bulan. “InsyaAllah kalau dari waktu yang sudah disusun oleh teman-teman, secara teknis itu membutuhkan 6 bulan. Jadi awal Desember kita harapkan sudah selesai. Kalau gedungnya secara resminya belum, cuma kemungkinan besar BKPSDM,” tuturnya.
Okeu juga mengungkapkan, anggaran yang disiapkan untuk pembangunan satu gedung OPD ini Rp 21 Miliar. Kontruksi bangunan akan dibuat dua lantai. “Jadi ini langkah awal kita, untuk memulai kegiatan pembangunan di Puspemkab,” tambahnya.
Disinggung mengenai adanya Tim Percepatan Pembangunan Puspemkab (TPPP) Serang, kata Okeu, tim tersebut dibentuk dalam rangka penataan aset. Jadi lahan-lahan yang sudah dibebaskan, kedepannya harus sudah tercatatkan di aset dan tersertifikasi.
“Kemudian dibagian perizinan berkaitan IMB, site plan, di dinas lainnya seperti Dishub nanti perencanaan PJU, DPUPR terkait infrastrukturnya. Makanya kita sedang rapatkan, karena ibu bupati menginginkan dihitung estimasi keseluruhan anggarannya sampai dengan pematangan dan infrastruktur,” tuturnya.
Baca Juga: Tunjangan Sekda Kabupaten Serang Rp50 Juta Per Bulan, Tidak Termasuk Gaji
Okeu mengungkapkan, pada minggu depan pihaknya diminta untuk melakukan ekspose oleh Bupati Serang. Oleh karena itu, saat ini pihaknya mengkolaborasikan antara DPUPR dan DPKPTB. Agar hasil akhirnya sudah ada gambaran.
“Sehingga kami bisa sampaikan di hadapan ibu bupati. Bangunannya nanti bentuknya blok-blok,” imbuhnya. (sidik/mardiana)
























