SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG—Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pandeglang, Ghaffar Al Hatiri menyatakan fenomena “sunat gaib” tidak perlu banyak diperbedatkan. Karena menurut pandangannya, seorang anak lelaki yang sudah disunat, baik itu melalui perantara orang lain atau sudah terjadi dengan sendirinya maka telah sah secara hukum agama.
“Itu sudah sah melakukan kewajiban ibadah. Jadi tidak harus dipotong lagi kalau memang seperti itu,” kata Ghaffar, Rabu (21/4).
Ghaffar menjelaskan, berdasarkan aturan agama, sunat dilakukan untuk menghilangkan kandungan najis yang tersisa dan menempel di kulit alat kelamin laki-laki. Jika kulitnya sudah terlepas, maka kondisi tersebut tidak bertentangan lagi dengan aturan agama.
“Intinya kan kalau kencing tidak akan menyisakan lagi kotoran yang mengandung najis. Maka ketika orang yang ada seperti itu, itu tidak harus disunat kembali,” jelasnya.
Jadi dari sisi hukum islam lanjut dia, sebenarnya sudah tidak masalah. “Kulup (kulit kelamin pria) kan itu harus dibuang, ketika memang sudah tidak ada, apanya yang harus dibuang kembali. Kira-kira begitu,” tambahnya.
Terlepas dari itu semua, Ghaffar meminta masyarakat tetap tabayyun dan tidak menghubung-hubungkan fenomena ini dengan hal yang berbau mistis. Baginya, kondisi tersebut masih bisa dijelaskan secara ilmiah dan tidak ada hubungannya dengan hal gaib.
Baca Juga: Mencetak Generasi Muda Beriman dan Bertaqwa, MUI Pandeglang Gagas Program KMS
“Belum meyakini kalau soal itu (sunat gaib), harus tabayun dulu. Soalnya aneh bin ajaib ada orang sudah disunat oleh hal gaib. Dalam Islamkan orang disunat supaya kulupnya enggak ada, jidak harus dipotong lagi kalau memang seperti itu karena memang sudah ada yg mendahului,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, fenomena “sunat gaib” yang menimpa Andika Pratama (4) warga Kampung Ciakar, Desa Sukamanah, Kecamatan Menes, menggemparkan warga sekitar. Fenomena aneh yang menimpa bocah 4 tahun itu diketahui pada Sabtu (17/4) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu ia bangun dari tidurnya langsung menjerit, karena melihat alat vitalnya sudah dalam keadaan disunat.
Ayah Andika, Ahmad Ajid mengungkapkan, ia juga merasa aneh tiba-tiba anaknya bangun tidur histeris sambil mengadukan alat vitalnya sudah dalam keadaan disunat kepada ibunya.
“Waktu jelang buka puasa kan hujan gede, petirnya juga kenceng, tiba-tiba anak saya nangis ke ibunya. Pas dilihat alat vitalnya sudah dalam keadaan disunat,” kata Ajid, Selasa (20/4). (nipal/aditya)
