Minggu, 13 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Kejati Banten Buru Aktor Kasus Dugaan Korupsi Hibah Ponpes

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Jumat, 23 Apr 2021 11:09 WIB
Rubrik Banten Region, Headline, Pemprov Banten
Kejati Banten Buru Aktor Kasus Dugaan Korupsi Hibah Ponpes

BURU AKTOR: Kepala Kejati Banten, Asep Mulyana memberikan keterangan kepada wartawan. (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.ID, SERANG—Kejati Banten terus memburu aktor di balik dugaan kasus korupsi pemotongan dana hibah untuk 4.026 Ponpes di Provinsi Banten. Kamis, (22/4) Kejati meminta keterangan ratusan pengurus Ponpes yang menerima hibah.

Sejak pagi hingga sore hari para pengurus Ponpes itu bergiliran dimintai kesaksiannya oleh penyidik Kejati Banten. Kepala Kejati Banten, Asep Mulyana kepada wartawan mengungkapkan, pengusutan kasus dugaan pemotongan dana hibah untuk Ponpes terus berjalan. Dia juga meminta semua pihak, termasuk wartawan untuk memantau perkembangan kasus ini.

“Kami minta dukungan dari semua pihak. Jangan ragu beri kami kritik dan masukan kepada kami agar kami tetap on the track dan bekerja sesuai dengan koridor hukum,” ungkap Asep Mulyana.

Ia menjelaskan, modus operandi kasus tersebut dilakukan oleh oknum dengan cara memotong dana hibah untuk Ponpes dengan nilai bervariasi.

“Banyak kejanggalan di lapangan, seperti proses verifikasi yang tidak sempurna. Kami harus hati-hati dan komprehensif dalam pengumpulan alat bukti dan keterangan. Sehingga nanti saat persidangan bisa kami buktikan sesuai dengan fakta dan alat bukti yang ada,” paparnya.

Lebih jauh Asep menerangkan, hingga Kamis kemarin sudah ada 150 pengurus Ponpes yang diperiksa penyidik Kejati Banten.

Baca Juga: Kejati Banten Lelang 148 Barang Rampasan, Nilainya Ditaksir Rp4 Miliar

Ketika ditanya apakah penyidik sudah memanggil pihak pejabat Biro Kesra Pemprov Banten, Asep tidak menampiknya. Begitupun soal kemungkinan adanya ASN yang akan dijadikan tersangka, Asep menjawab bahwa kemungkinan itu pasti ada.

“Tapi kita lihat nanti hasil penyidikan. Kami tidak mau berandai-andai atau menduga-duga. Penetapan tersangka tentu berdasarkan alat bukti. Tunggu saja, pantau kami terus ya,” pungkasnya.

BeritaTerbaru

Maulid Ath-Thohariyyah, Bupati Dewi Doakan 8 Orang Hilang di Anak Krakatau

Sabtu, 12 Sep 2026 18:40 WIB

Koramil Cikeusik Dampingi Penyaluran Bantuan Pangan untuk 8.554 KPM

Sabtu, 12 Sep 2026 18:26 WIB

Bupati Pandeglang Jenguk Keluarga ABK yang Hilang Kontak Bersama Lima Jurnalis

Sabtu, 12 Sep 2026 14:19 WIB

Warga Kab Serang yang Tercebur Sumur Berhasil Diselamatkan

Sabtu, 12 Sep 2026 13:52 WIB

Sejauh ini, memang baru satu orang dijadikan tersangka kasus hibah Provinsi Banten ke 3 ribuan lebih pondok pesantren. Tersangka inisial ES yang merupakan oknum swasta penyunat hibah yang seharusnya diberikan full Rp 30 juta ke setiap pesantren.

Direktur Aliansi Independen Peduli Publik (ALIPP), Udaya Suhada,  Rabu (21/4) mengatakan, ES bisa dikatakan sebagai pintu masuk. Karena iya yakin, mustahil ES bergerak sendirian dan tahu persis Ponpes mana saja yang menerima hibah tanpa data.

“Sedangkan pemilik data adalah Biro Pemerintah dan Kesra (Pmkesra) Pemprov Banten. Sedangkan data yang dimiliki Pemprov itu bersumber dari database Forum Silaturahmi Pondok Pesantren atau FSPP,” terang Uday. (rus/enk/bnn)

Tags: dana hibah ponpeskasus dugaan korupsikejati banten
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Golkar Kota Tangerang Mulai Proses Pengganti Alm Rusdi Alam
Headline

Sachrudin: Saiful Millah Terpilih Sebagai Ketua DPRD Kota Tangerang

Sabtu, 12 Sep 2026 13:31 WIB
Banten Region

Helikopter HR-3604 Perluas Pencarian Rombongan Wartawan di Selat Sunda

Sabtu, 12 Sep 2026 13:04 WIB
Banten Region

Pencarian Jurnalìs yang Hilang Diperluas Melalui Udara dan Laut

Sabtu, 12 Sep 2026 12:34 WIB
Banten Region

Diduga Hirup Gas Beracun Saat Perbaiki Mesin Air, Warga Kab Serang Jatuh ke Sumur

Sabtu, 12 Sep 2026 11:53 WIB
Banten Region

Doa dari Ratusan Masyarakat Carita untuk Keselamatan Rombongan Jurnalis yang Hilang

Sabtu, 12 Sep 2026 09:01 WIB
Headline

Gempa M6,5 Guncang Kepulauan Seribu

Sabtu, 12 Sep 2026 08:46 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

Kasus Dugaan Sengketa Lahan Seret 2 Camat di Kabupaten Serang

Kasus Dugaan Sengketa Lahan Seret 2 Camat di Kabupaten Serang

Minggu, 6 Sep 2026 16:22 WIB
Ribuan Ikan Mati di Situ Cangkring Tangerang, DLH Turun Tangan dan Larang Warga Konsumsi

Ribuan Ikan Mati di Situ Cangkring Tangerang, DLH Turun Tangan dan Larang Warga Konsumsi

Kamis, 10 Sep 2026 17:23 WIB
Petugas Puskesmas Labuan Pandeglang Bagikan Masker

Petugas Puskesmas Labuan Pandeglang Bagikan Masker

Minggu, 6 Sep 2026 20:04 WIB
RAPAT KERJA -- Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Karang Taruna Kabupaten Serang, Selasa (8/9/2026). (ISTIMEWA)

Terkendala SK, Anggaran Karang Taruna Kabupaten Serang Rp500 Juta Tersendat

Selasa, 8 Sep 2026 16:50 WIB
BNPB Minta Anggaran Tambahan Rp 5,67 Triliun

BNPB Minta Anggaran Tambahan Rp 5,67 Triliun

Rabu, 9 Sep 2026 07:19 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.