Minggu, 13 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Ibu Hamil Ditandu, Dua Bayi Tewas Dalam Kandungan

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Selasa, 4 Mei 2021 11:32 WIB
Rubrik Banten Region, Headline, Kabupaten Pandeglang
Ibu Hamil Ditandu, Dua Bayi Tewas Dalam Kandungan

DITANDU: Enah sedang ditandu saat ingin mendapatkan persalinan di Puskesmas Sindangresmi. (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG—Kisah miris datang dari Kabupaten Pandeglang. Seorang ibu harus kehilangan dua anak kembar yang dikandungnya akibat terlambat tiba di Puskesmas. Peristiwa tragis itu dialami Enah (30) warga Kampung Lebak Gedong, Desa Sindangresmi, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang.

Enah berangkat dari rumahnya menuju Puskesmas Sindangresmi untuk melakukan persalinan, Sabtu (1/5/2021) lalu. Lantaran akses jalan dari dan menuju rumahnya buruk, dia harus ditandu sejauh 4 kilometer.

Di tengah jalan, kain yang digunakan sebagai tandu sobek. Enah pun terjatuh. Ketuban wanita itu kemudian pecah.

Sesampainya di Puskesmas Sindangresmi, Enah sempat menjalani persalinan secara normal. Dua anak laki-lakinya dilahirkan ke muka bumi. Namun sayangnya, nyawa kedua anak kembar yang belum diberi nama itu tak berhasil diselamatkan.

Salah seorang warga Kampung Lebak Gedong Ahmad Muhtadin mengungkapkan, Enah harus ditandu mengunakan bambu dan kain karena akses jalan di wilayah itu dalam kondisi rusak parah. Menurut Muhtadi, tandu adalah satu-satunya solusi yang dapat diambil agar Enah dapat melakukan persalinan.

“Tak ada solusi lagi selain ditandu, karena akses jalan rusak parah,” kata Muhtadin saat dihubungi via telepon, Senin (3/5).

Baca Juga: Anggaran MBG Terancam Dipangkas, Ditargetkan di Bawah Rp200 Triliun

Diungkapkannya lagi, pada saat ditandu menggunakan bambu dan kain, yang bersangkutan bahkan sempat terjatuh karena kondisi jalan yang terjal dan licin.

“Saat tiba di Puskesmas sekitar 4 Km berjalan kondisinya air ketuban sudah turun dan kondisi anaknya meninggal dunia,” tandasnya.

BeritaTerbaru

Maulid Ath-Thohariyyah, Bupati Dewi Doakan 8 Orang Hilang di Anak Krakatau

Sabtu, 12 Sep 2026 18:40 WIB

Koramil Cikeusik Dampingi Penyaluran Bantuan Pangan untuk 8.554 KPM

Sabtu, 12 Sep 2026 18:26 WIB

Bupati Pandeglang Jenguk Keluarga ABK yang Hilang Kontak Bersama Lima Jurnalis

Sabtu, 12 Sep 2026 14:19 WIB

Warga Kab Serang yang Tercebur Sumur Berhasil Diselamatkan

Sabtu, 12 Sep 2026 13:52 WIB

Kepala Puskesmas Sindangresmi, Hamdan membenarkan, pihaknya telah menerima pasien yang ditandu warga. Namun kata dia, setelah dilahirkan, kedua anak kembar pasien tersebut meninggal dunia.

“Iya, pasien yang mau melahirkan itu ditandu warga. Tapi setelah lahir, kedua anak kembarnya meninggal dunia,” katanya, kemarin.

Ibu Hamil Ditandu, Dua Bayi Tewas Dalam Kandungan
LESTARIKAN BUDAYA: Dinas Kesehatan Pandeglang telah mengedit foto wanita hamil yang ditandu dengan menambahkan tulisan “Desa Siaga Membangun Desa, Budaya yang Patut Dicontoh Gotong Royong”. (TANGKAPAN LAYAR INSTAGRAM DINKES PANDEGLANG)

Dijelaskannya, ada beberapa faktor yang menyebabkan kedua bayi kembar pasien tersebut meninggal dunia. Salah satunya faktor karena ditandu sehingga terlambat untuk mendapatkan pelayanan.

“Namun memang dibarengi dengan faktor lain juga, soalnya pasien itu termasuk memiliki risiko tinggi. Ditambah usia kehamilannya itu baru 6 bulan jalan,” jelasnya.

Baca Juga: Warga Karang Tanjung Pandeglang Gotong Rotong Perbaiki Rumah di Hari Kemerdekaan

Dinkes Pandeglang Sebut Budaya Tandu Harus Dilestarikan

Terpisah, Dinas Kesehatan Pandeglang terkesan tak bersimpati terhadap peristiwa memilukan tersebut. Dinas Kesehatan Pandeglang dalam akun instagramnya kemarin mengatakan proses menandu wanita hamil saat akan melahirkan di Puskesmas Sindangresmi merupakan sebuah gotong rotong yang harus dicontoh. Meski sempat muncul, postingan tersebut kemudian dihapus.

Sekretaris Dinkes Pandeglang, Eniyati membenarkan postingan tersebut sengaja dibuat Dinkes Pandeglang. Kata dia, dengan kondisi seperti itu, memang harus ada peran masyarakat yang membantu ibu hamil menuju pelayanan kesehatan, meski dengan cara ditandu.

Karena kondisi jalan di rumah Enah warga Kampung Kadugedong, Desa Sindangresmi, Kecamatan Sindangresmi, wanita hamil yang ditandu menuju Puskesmas Sukaresmi tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun empat.

“Itu kan masyarakat secara gotong royong membantu masyarakat menjangkau pelayanan kesehatan, karena lokasi  rumahnya jauh dan tidak masuk kendaraan, jadi harus pakai tandu,” katanya.

Dikatakannya, budaya tandu untuk pasien yang sulit dijangkau harus tetap dilestarikan untuk membantu masyarakat memperoleh pertolongan ke tempat pelayanan kesehatan.

“Budaya gotong royong harus dilestarikan (menandu ibu hamil) di saat akses jalan tidak bisa masuk kendaraan,” ujarnya.

Eni juga menjelaskan, wanita hamil yang bayinya meninggal dunia di dalam kandungan gegera terjatuh ditandu itu tidak benar. Sebab kata dia, sebelumnya ibu tersebut sempat diurut.

“Penyebab anaknya mati saat dilahirkan itu bukan karena jatuh dari tandu. Tapi sebelumnya ibu hamil itu sempat diurut dan usia kehamilannya baru 6 bulan,” kilahnya. (nipal/gatot)

Tags: dinkes pandeglanggotong royongibu hamil
Share6TweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Golkar Kota Tangerang Mulai Proses Pengganti Alm Rusdi Alam
Headline

Sachrudin: Saiful Millah Terpilih Sebagai Ketua DPRD Kota Tangerang

Sabtu, 12 Sep 2026 13:31 WIB
Banten Region

Helikopter HR-3604 Perluas Pencarian Rombongan Wartawan di Selat Sunda

Sabtu, 12 Sep 2026 13:04 WIB
Banten Region

Pencarian Jurnalìs yang Hilang Diperluas Melalui Udara dan Laut

Sabtu, 12 Sep 2026 12:34 WIB
Banten Region

Diduga Hirup Gas Beracun Saat Perbaiki Mesin Air, Warga Kab Serang Jatuh ke Sumur

Sabtu, 12 Sep 2026 11:53 WIB
Banten Region

Doa dari Ratusan Masyarakat Carita untuk Keselamatan Rombongan Jurnalis yang Hilang

Sabtu, 12 Sep 2026 09:01 WIB
Headline

Gempa M6,5 Guncang Kepulauan Seribu

Sabtu, 12 Sep 2026 08:46 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

529 KK di Kabupaten Tangerang Protes Ketidaksesuaian Desil DTSEN

529 KK di Kabupaten Tangerang Protes Ketidaksesuaian Desil DTSEN

Senin, 7 Sep 2026 20:32 WIB
MENDATANGI POS SAR : Kapolda Banten Irjenpol Hengki, mendatangi pos SAR untuk mengetahui perkembangan pencarian lima wartawan yang dikabarkan hilang. (ISTIMEWA)

Polda Banten Siapkan Pos Antemortem Dalam Pencarian Wartawan Hilang Kontak

Rabu, 9 Sep 2026 15:25 WIB

Universitas Raharja Wajibkan AI dalam Pendidikan, Rektor: Mutlak

Kamis, 10 Sep 2026 15:32 WIB
Antisipasi Lonjakan Pasien, Dinkes Kabupaten Serang Siagakan Semua Puskesmas

Antisipasi Lonjakan Pasien, Dinkes Kabupaten Serang Siagakan Semua Puskesmas

Senin, 7 Sep 2026 17:56 WIB
Gudang Shopee di Pakuhaji Tangerang Terbakar

Gudang Shopee di Pakuhaji Tangerang Terbakar

Jumat, 11 Sep 2026 08:31 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.