SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG—Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pandeglang, Asep Rahmat memastikan, Irigasi Cilancar II di Kecamatan Mekarjaya yang jebol bakal dilakukan pembangunan pada tahun ini.
Asep mengaku, pihaknya sudah ke lapangan untuk melakukan pengukuran kebutuhan irigasi yang bakal dibangun tersebut. Bahkan saat ini rancangannya sedang disusun. Namun dia belum bisa memastikan berapa kebutuhan anggaran untuk membangun irigasi yang jebol tersebut, karena masih menunggu hasil perencanaan dari jajarannya.
“Kami bersama TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) sedang berupaya supaya diprioritaskan sehingga tahun ini bisa dikerjakan. Karena ini menyangkut masyarakat petani yang benar-benar mesti diperjuangkan,” kata Asep Rahmat, Kamis (20/5).
Maka Asep berharap, para petani bisa sabar menunggu upayanya untuk membangun irigasi yang jebol tersebut. Pasalnya, menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) itu ada mekanisme yang mesti ditempuh.
“Kami minta masyarakat petani bersabar, karena APBD tidak bisa gujuk-gujuk langsung digunakan untuk membangun irigasi itu. Tapi tetap kami memaksimalkan tahun ini bisa dibangun,” jelasnya.
Soal waktu kapan bakal dilaksanakan pembangunan irigasi yang jebol itu, Asep belum dapat memastikannya. “Apakah itu sebelum perubahan atau nanti di perubahan anggaran dilaksanakannya, yang pasti sudah kami catat dan usulkan agar tahun ini,” tambahnya.
Baca Juga: Pemprov Banten Bangun Lima Irigasi di Daerah Lumbung Padi
Jika menghitung waktu, kata Asep, nantinya pekerjaan pembangunan irigasi itu tidak akan dilelangkan, namun lebih kepada penunjukan langsung. “Kalau di perubahan, mungkin tidak harus lelang karena waktunya tak cukup,” ujarnya.
Selain berupaya agar dibangun tahun ini, pihaknya juga melakukan swadaya untuk membantu pembangunan sementara irigasi yang jebol tersebut.
“Alhamdulillah, ala kadarnya dari DPUPR Pandeglang juga ada membantu pembangunan sementara tersebut. Kami juga ucapkan terima kasih kepada masyarakat, kelompok tani dan pihak lainnya yang membantu,” tandasnya.
Ketua Kelompok Tani (Gapoktan) Tirtasari Desa Kadubelang, Abdul Hadi membenarkan, kemarin (Rabu) pihak DPUPR Pandeglang sudah ada menemui lokasi dan membantu untuk pembangunan sementara irigasi tersebut.
“Alhamdulillah, respon pemerintah melalui pihak DPUPR sangat cepat. Semoga apa yang disampaikan perwakilan dari DPUPR menjawab dari pada keluh kesah masyarakat, sehingga kami para petani bisa melanjutkan tanam padi di musim kedua ini dengan lancar,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, anggota DPRD Pandeglang mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) Pandeglang melalui DPUPR segera merencanakan dan menganggarkan perbaikan untuk Irigasi Cilancar II yang jebol beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Terkait Proyek Hibah di DPUPR Pandeglang, Pernyataan Kabid Cipta Karya Membingungkan
Anggota Komisi II DPRD Pandeglang, Anton Haerulsamsi mengatakan, pihaknya sudah langsung melakukan koordinasi dengan Kepala Bidang (Kabid) SDA terkait persoalan tersebut. Makanya, dia mendesak agar segera ditangani secepatnya.
“Mereka (petani) sudah memasuki masa tanam tahap II, makanya harus segera ditangani secepatnya dan jangan sampai berlarut-larut. Saya sudah koordinasikan hal itu langsung ke pihak DPUPR Pandeglang,” kata Anton saat di temui di ruang kerjanya, Rabu (19/5). (nipal/aditya)
























