SATELITNEWS.ID, SERPONG—Pemkot Tangsel berencana menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada 12 Juli nanti. Saat ini, standard operational procedure (SOP) sedang dirancang.
“Kami sedang menajamkan SOP yang sudah disusun Dinas Pendidikan dan kebudayaan. Kami akan melakukan simulasi,’’ ujar Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie.
Dia menambahkan, dari 150 SDN dan 24 SMPN akan dilakukan simulasi bertahap. “Seperti apa kesiapannya, yang paling siap kami akan izinkan tatap muka. Karena izin itu ada dua, yakni Pemda dan orang tua,’’ tambahnya.
Benyamin menjelaskan, dalam PTM, ada beberapa SOP yang harus terpenuhi. Yakni, sesuai protokol kesehatan (prokes). Misalnya, PTM diperbolehkan dengan catatan 50 persen kapasitas, satu hari hanya belajar 2 atau 4 jam dan kantin tidak boleh buka.
’’Beberapa SD, SMP sudah simulasi. Ini masih bertahap. Kesiapannya juga harus melihat angka Covid-19 tiap hari. Sekolah sudah siap. Misalnya, angka Covid-19 terus naik. Saya akan melakukan peninjauan kembali. Misalnya, tatap muka 1 Juli, tapi 30 Juni terjadi lonjakan. Saya akan undur satu minggu setelah 1 Juli,’’ terangnya.
Selain menajamkan SOP, persiapan PTM dengan memvaksin guru dan tenaga pendidik. Pihaknya terus melakukan vaksinasi kepada mereka. Harapannya, sebelum PTM dimulai, mereka diberi vaksin untuk mencegah penyebaran Covid-19. Jangan sampai saat ada kegiatan PTM muncul klaster baru.
Sebelumnya, Pemerintah mengeluarkan panduan pembelajaran untuk pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah (PAUD dikdasmen) di masa pandemi Covid-19. Panduan itu berisi tata cara persiapan, proses pembelajaran di kelas, hingga evaluasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.
Mendikbudristek Nadiem Makarim mengatakan, panduan itu merupakan upaya menerjemahkan SKB empat menteri mengenai pelaksanaan PTM terbatas. Panduan bisa menjadi alat bantu bagi guru dan tenaga kependidikan jenjang PAUD dikdasmen dalam persiapan pelaksanaan PTM terbatas.
Meski demikian, panduan itu tidak saklek. Nadiem mempersilakan untuk dapat disesuaikan dan dikembangkan berdasar kondisi sekolah di daerah masing-masing. ’’Kami harap panduan ini dapat dipelajari dengan saksama dan diterapkan sebaik mungkin demi kebaikan kita semua,” ujarnya dalam webinar peluncuran panduan pembelajaran PAUD dikdasmen di masa pandemi Covid-19 Rabu (2/6/2021).
Dia mengakui, saat ini masih banyak sekolah yang tidak memberikan opsi PTM terbatas. Padahal, opsi itu dibuka sejak awal tahun dan diperkuat lagi dengan aturan wajib PTM setelah vaksinasi guru dan tenaga kependidikan.
PTM terbatas, kata dia, harus segera dilakukan demi masa depan generasi muda. Sebab, pembelajaran jarak jauh (PJJ) memiliki risiko negatif untuk anak-anak bila dilakukan dalam waktu lama. Dia memahami bila banyak orang tua, guru, dan tenaga kependidikan yang khawatir soal kesehatan dan keselamatan anak. Namun, risiko learning loss juga tak bisa disepelekan. (irm/bnn/gatot)