SATELITNEWS.ID, TANGERANG–Kemacetan yang kerap terjadi di Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Perintis Kemerdekaan atau sekitar Tangcity Mall seperti menjadi pemandangan sehari-hari. Kemacetan yang terjadi di wilayah tersebut lantaran banyaknya pengendara motor yang parkir sembarangan serta angkutan umum yang berhenti untuk menurunkan atau menunggu penumpang.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar mengatakan, padahal pihaknya kerap melakukan razia dan memberikan efek jera berupa sanksi, baik sanksi sosial atau tilang. Namun efek jera yang diberikan tersebut tak membuat para pelanggar menjadi kapok.
“Paling tidak satu minggu dua kali kita operasi. Tindakan sudah sering kita lakukan. Sanksi sosial berupa pengempesan ban, tilang atau dua-duanya. Sebenarnya kita juga kasihan kalau kita tilang mereka repot mengurus tilangannya,” ujarnya kepada Satelit News, Jumat, (28/02).
Wahyudi menjelaskan, para pelanggar rata – rata merupakan pengendara ojek daring serta angkutan umum. Mereka memarkirkan kendaraannya sembari menunggu penumpang. Pantauan lokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan barisan motor dan sejumlah mobil masih memarkirkan kendaraannya meski jelas ada rambu – rambu dilarang Parkir.
“Kita kan nggak mau menutup rezeki mereka tapi ya seharusnya tertib. Demi kenyamanan bersama,” ujarnya. Menurut mantan Kabag Humas dan Protokol Pemerintah Kota Tangerang ini seharusnya pengelola Tangcity ikut terlibat dalam persoalan ini. Karena ini berkaitan pengendara ojek daring dan angkutan umum menurunkan dan menaikkan penumpang yang merupakan pelanggan pusat perbelanjaan tersebut.
“Harus ada sinergisitas antara pengelola Tangcity dan Pemerintah Kota Tangerang. Seharusnya Tangcity bisa bekerja sama. Dengan cara membuat keringanan untuk ojol (ojek online) berikan mereka kantung parkir di dalam Tangcity secara gratis. Kan saling menguntungkan,” jelasnya.
Baca Juga: SIM Keliling Kota Tangerang Senin 7 September, Cek Lokasinya
Wahyudi juga mengungkapkan, kesemrawutan yang terjadi di Kawasan Pendidikan Cimone. Menurut dia banyak pegawai perusahaan yang memiliki cabang di Tangcity memarkirkan kedaraannya di tempat tersebut. Hal tersebut karena biaya parkir di TangCity yang mahal.
“Coba lihat juga di kantung parkir Taman Potret itu banyak motor pegawai yang kerja di Tangcity. Karena kita memantau dari pagi sampai siang motornya itu-itu saja. Kenapa ini terjadi ? Karena mahal parkir di sana. Seharusnya ada kebijakkan dari Tangcity terkait ini,” pungkas dia. (irfan/made)
























