SATELITNEWS.ID,CILEGON–Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Provinsi Banten, membentuk Forum Koordinasi Potensi Pencarian dan Pertolongan (FKP3). Acara yang dibuka Kepala KPP Banten, M. Zaenal, digelar di salah satu hotel di Kota Cilegon, Rabu (16/6).
Zaenal menyatakan, pembentukan FKP3 di Banten sudah lama digagas, dan baru kali ini (Juni 2021) bisa dilaksanakan. “Pembentukan FKP3 ini merupakan pelaksanaan dari Peraturan Kepala Badan Nasional Pencarian Dan Pertolongan, Nomor 14 Tahun 2017, tentang Forum Koordinasi Potensi Pencarian dan Pertolongan,” kata Zaenal.
Katanya, FKP3 adalah wadah bagi potensi pencarian dan pertolongan, dalam melaksanakan komunikasi, koordinasi dan konsultasi dibidang pencarian dan pertolongan.
“Tujuannya, untuk memberikan informasi, melakukan sinkronisasi dan evaluasi, mengenai pembinaan potensi pencarian dan pertolongan. Sedangkan tugas FKP3 adalah, mengoordinasikan potensi pencarian dan pertolongan untuk mendukung pelaksanaan tugas Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP),” tambahnya.
Fungsi FKP3, lanjut Zaenal yaitu, penyusunan rencana dan program kegiatan, penyelenggaraan rapat dan pertemuan lainnya, pemberian saran dan masukan terkait kebijakan di bidang pencarian dan pertolongan, dan pelaksanaan evaluasi kegiatan.
“Melalui FKP3, nanti diharapkan upaya pencarian dan pertolongan bisa dilaksanakan secara cepat, tepat, terkomunikasikan dan terkoordinasikan dengan baik. Selain itu, kendala maupun hambatan di lapangan, baik secara teknis maupun non teknis, bisa diatasi bersama,” ujarnya.
Sementara, Kepala Sub Seksi Sumber Daya KPP Banten, Anthon Redolof Waer menegaskan, peserta atau anggota FKP3 berasal dari setiap orang dan instansi/organisasi, yang memiliki potensi pencarian dan pertolongan, baik yang berbentuk badan hukum maupun yang tidak berbentuk badan hukum.
“Selain itu, instansi/organisasi yang memiliki potensi pencarian dan pertolongan meliputi kementerian, lembaga pemerintah non-kementerian, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Pemerintah Daerah, kabupaten/kota, badan usaha dan organisasi non-kementerian,” papar Anthon.
Hadir dalam acara tersebut antara lain, perwakilan dari Sobong Terpadu Sumbangsih (Sumur Bangkit Sinar Harapan), Cekatan Cikoneng Tanggap Bencana, Vertical Rescue, Komunitas Relawan Independen (KRI), Rumah Zakat Provinsi Banten, Muhammadiyah Disaster Management Center (MGMC) Banten, Laznas Griya Yatim & Dhuafa (GYD), Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Forum Mapala Banten, Kwartir Daerah (Kwarda) Banten, Madur Rescue, Indonesia Offroad Federation (IOF) Banten, SAR MTA, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Banten serta dari unsur TNI dan Polri.
Usai pembukaan dan paparan tentang FKP3, acara yang sedianya akan membentuk kepengurusan FKP3 Banten, akhirnya ditunda, karena sebagian besar peserta meminta agar pihak KPP membentuk tim formatur terlebih dahulu.
“Hasil kesepakatan akhirnya dibentuk tim formatur. Sebanyak 11 orag perwakilan dari masing-masing utusan dipilih untuk menjadi tim formatur,” ujar Pardiono dari Senkom, yang ditunjuk untuk memimpin pemilihan calon formatur.
Adapun nama tim formatur, yang nantinya bertugas menentukan kepengurusan FKP3 Banten yakni, Pardiono (SENKOM), Jeje (LENTERA), Endang Sudrajat (PUPR), Mulia Dewi (MDMC), Abu Salim (TAGANA), Defri SAR MTA), Cobra (Mapala Banten), Mujiburrohman (Rumah Zakat), Asep Saepuloh (IOF Banten), Ratmoko Arianto (Cekatan Cikoneng) dan Kukuh (Bagana). (mardiana)