SATELITNEWS.ID,SERANG–Menolak pembangunan intake (saluran atau lubang asupan) Sungai Ciujung, sejumlah masyarakat dan aktivis lingkungan hidup di Serang Utara, yang tergabung dalam Komunitas Masyarakat Bantaran Sungai (KOMBAT’s), berunjuk rasa di depan Pendopo Bupati Serang, Kamis (17/6).
Mereka melakukan aksi teaterikal, dan aksi berlangsung kondusif, walau tidak diterima oleh aparatur terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang.
Koordinator Aksi, Ahmad Muhajir mengatakan, menurut informasi yang diterimanya dalam perencanaan awal pembangunan intake itu tidak ada. Yang ada hanya, kegiatan normalisasi Sungai Ciujung Lama.
“Intake ini, diawal tahun 2017 di BBWS, tidak ada perencanaannya. Jadi Intake ini, yang kami anggap dan seluruh masyarakat juga mengeluhkannya. Karena menghubungkan aliran dua sungai, dari sungai yang sudah tercemar industri dialirkan ke sungai yang baru, yang sedang dikerjakan proyek normalisasinya,” kata Muhajir, Kamis (17/6).
Oleh karena itu, Muhajir berharap pembangunan intake ini segera ditutup, dan normalisasi tetap dilaksanakan. Karena yang menjadi harapan semua masyarakat bantaran adalah normalisasi, khususnya pertanian. Namun dengan adanya intake, masyarakat akan menjerit.
“Masyarakat tadinya berharap, debit air itu nanti yang murni dan tidak tercemar limbah, akan mengalir ke pesawahan.Tapi kalau intake ini dibangun, kami yakin masyarakat akan menjerit,” tuturnya.
Baca Juga: Lepas Kontingen Popda, Sekda Serang Zaldi Target Juara dan Disporapar Peringkat 6
Muhajir juga berharap, sebelum terlambat Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, harus menginventarisir permasalahan ini. Agar ada win win solusi (jalan keluar terbaik).
“Ini tuntutan kita. Upaya sudah kita lakukan, sebelum bulan puasa kita aksi ke sana (BBWS), dan ada tanggapan dari pihak Balai, ditutup sementara. Tapi, setelah lebaran tanpa ada sosialisasi, pembangunan intake dibuka kembali,” tambahnya.
Ia memastikan, bersama masyarakat akan menutup paksa aktivitas pembangunan intake tersebut, jika masih dipaksakan terus berjalan. “Kami akan tetap kawal, bagaimana-pun caranya harus ditutup. Kalau-pun nyawa yang kami taruhkan, kami siap,” imbuhnya. (sidik/mardiana)
