SATELITNEWS.ID, SERANG–Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Serang, mendorong para petani Bunga Sedap Malam untuk bersatu, bersama-sama menyuplai pasar secara berkesinambungan. Karena selama ini, masih sebatas musiman.
Kepala Distan Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana mengatakan, setiap tahun para petani di Kabupaten Serang, menanam bunga sedap malam sekitar 20 hektar. Hanya saja, untuk tahun ini hanya 16 hektar. Karena 4 hektar di Baros, stop tanam dulu.
“Untuk harganya, semenjak Covid Rp 1000 per tangkai, biasanya harga termahal itu di idul fitri dan imlek, bisa sampai Rp 3000 sampai Rp 4000 per tangkai,” kata Zaldi, Jumat (18/6).
Zaldi mengungkapkan, bunga sedap malam ini biasanya dijual ke Rawa Belong, Jakarta. Namun kata dia, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengarahkan, agar pihaknya membangun kerjasama dengan hotel dan restoran di jalur wisata Anyer, Cinangka dan Carita ataupun kantor, serta perhotelan di Kota Serang.
“Daripada dijual ke Rawa Belong, kami berharap petani bunga sedap malam di Kabupaten Serang bisa bersatu, menyuplai pasar secara kontinyu, tidak musiman. Karena dari perhotelan, pengennya tidak musiman,” harapnya.
Zaldi menambahkan, bunga sedap malam Kabupaten Serang ini masuk dalam kualitas I. Rata-rata permintaan se-Kabupaten Serang sampai 50.000 per minggu.
“Sekarang kalau per minggu 50.000, dikalikan Rp 1000 per tangkai, bisa Rp 50 juta. Memang produksinya lama, mulai 7 bulan baru produksi. Tapi sampai umur 2 tahun, masih bisa ditanam dan setelah itu dibongkar tanamannya,” imbuhnya. (sidik/mardiana)