SATELITNEWS.ID, TANGERANG—SMP Negeri 13 Kota Tangerang mulai membuka pendaftaran bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Penerimaan siswa ABK ini seiring dengan ditetapkannya sekolah yang beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan I No.3 7 3, RT.007/RW.003, Babakan, Kecamatan Tangerang itu sebagai salah satu sekolah inklusi.
Wali kota Tangerang Arief R Wismansyah dalam tinjauannya menyampaikan, untuk masing-masing sekolah sudah menetapkan kuota bagi para anak istimewa tersebut. “Masyarakat yang ingin mendaftarkan (ABK-red) kami persilakan, nanti di sekolah sudah ada psikolognya yang akan melakukan tes dan lain sebagainya, supaya anak itu bisa tetap melakukan proses belajar mengajar,” ujar Arief, Senin (28/06/2021).
Arief menuturkan, proses pendaftaran PPDB ABK hanya berlangsung selama dua hari. “Ini juga diikuti untuk persiapan PPDB untuk masyarakat umum. Dan saya mengimbau masyarakat, silakan menggunakan aplikasi Tangerang LIVE untuk PPDB di wilayah Kota Tangerang. Jadi tidak perlu datang ke sekolahnya, saya juga sudah menginstruksikan sekolah dan Dinas Pendidikan membuat call center, supaya yang ingin ditanyakan, bisa secara virtual,” jelasnya.
Arief menyatakan, para anak didik berkebutuhan khusus mengikuti sistem pembelajaran serupa dengan anak pada umumnya. Hanya saja, bedanya adalah nanti akan ada tambahan pembelajaran secara khusus sesuai dengan kekhususnya. “Untuk tiap sekolah itu kuota bagi ABK itu tujuh per sekolah atau 2,5 persen dari kuota siswa baru,” terangnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Jamaluddin menyampaikan, para ABK ketika nanti diterima di SMP negeri belajar seperti biasa. Tapi nanti ada pelajaran atau materi-materi yang gurunya berbeda. “Misalnya katakanlah tuna netra akan didorong guru-guru yang ahli dalam bidang itu, misalnya soal braille,” ungkapnya. Dengan kata lain, kata Jamal, pembelajarannya tidak beda. “Dan kita memang sudah bekerja sama dengan SLB terdekat,” ungkapnya.
Salah seorang wali murid dari ABK, Alianti mengaku gembira sekolah negeri di Kota Tangerang membuka sekolah inklusi. Sebab katanya, banyak sekali sekolah-sekolah yang menolak para ABK seperti anaknya yang kebetulan tuna netra. “Kalau ditanyakan bagaimana tanggapannya, saya seneng banget. Sebab banyak sekali sekolah-sekolah yang menolak anak tuna netra di mana-mana. Itu yang saya alami, termasuk di Jakarta sekali pun,” ucap ucapnya berkeluh kesah. Karena itu, ia mengaku bersyukur karena Pemda Kota Tangerang sudah memperhatikan pendidikan bagi anak-anak yang berkebutuhan khusus ini. ” Makanya bersyukur banget,” ucapnya. (made)
Baca Juga: Dipimpin Habib Syech, Ribuan Jamaah Bersholawat dan Doakan Kemenangan Andra – Dimyati
























