SATELITNEWS.ID, TIGARAKSA—Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bahu membahu, gotong royong bersama-sama memerangi narkoba. Hal ini diutarakan bupati saat melakukan Talkshow Dalam Rangka Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) yang jatuh pada tanggal 26 Juni, di Tangerang Radio 91 FM, bersama Kepala BNK Kabupaten Tangerang Dedi Sutardi, Rabu (30/6).
Menurut Bupati Zaki, kasus narkoba saja ditemukan dan diungkap pihak berwajib. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang senatiasa mendukung penuh segala upaya yang dilakukan dalam memerangi narkoba, seperti upaya yang dilakukan oleh BNK Kabupaten Tangerang. Khususnya dengan gerakan P4GN (Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika).
“Yang terpenting saat ini adalah, bagaimana kita semua bisa saling bekerjasama dan gotong royong dalam memberikan informasi yang menyeluruh, serta (beri) pemahaman kepada masyarakat tentang bahayanya narkoba. Pemberantasan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, tetapi harus melibatkan semua unsur, penegak hukum, pemerintah, lembaga/organsisasi kemasyarakatan dan semua elemen masyarakat,” ujar bupati.
“Seluruh elemen masyarakat, harus bergerak bersama-sama, bersinergi, bergotong-royong dalam pemberantasan narkoba,” imbuhnya.
Bupati berharap kepada BNK Kabupaten Tangerang, terlebih dalam situasi pendemi yang meningkat ini, BNK bisa memberikan sosialisasi yang lengkap dan benar tentang bahaya narkoba. Kata dia, BNK bisa memperluas jaringannya sampai ke tingkat RT dan RW.
“War On Drug, perang terhadap narkoba yang menjadi tema HANI tahun ini, tidak akan berhenti selama masih ada narkoba. Perluas jaringan BNK sampai ke tingkat RT/ RW, gunakan media daring sebagai sarana sosialiasi tentang narkoba sehingga mampu menjangkau masyarakat secara luas”. harap bupati.
Baca Juga: Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Tiba di Tangerang, Bupati Imbau Warga Pakai Masker
Metode daring ini, menutut bupati, merupakan metode yang sangat tepat dilakukan di masa pandemi Covid-19 ini. Namun jangan sampai lengah dan tetap waspada, protokol kesehatan 5M harus juga diterapkan dalam setiap kegiatan.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BNK Kabupaten Tangerang, Dedi Sutardi mengatakan, BNK Kabupaten Tangerang sudah melakukan sosialisasi bahaya narkoba, baik sebelum dan atau sesudah pendemi. Kata dia, spanduk sosialisasi dan penyebaran bahan informasi bahayanya narkoba terus dilakukaan.
Lanjut Dedi, BNK Kabupaten terbatas kewenangannya, hanya pencegahan. Namun hal ini tidak menghalangi BNK Kab. Tangerang untuk terus berjuang memerangi narkoba. Kata dia, dukungan konsep dan program sudah dilakukan, diantaranya Program lingkungan BERSINAR, lingkungan bersih narkoba.
“Program ini terdiri dari Program lingkungan kerja Bersinar, lingkungan kerja Bersinar, lingkungan perusahaan Bersinar, lingkungan pendididikan Bersinar, dan Program lingkungan masyarakat Bersinar,” jelasnya.
Menurut Dedi, pencegahan narkoba tidak akan efektif tanpa adanya dukungan semua pihak. Kata dia, bahaya narkoba sangat luas dampaknya, khususnya untuk generasi muda yang merupakan penerus dan tulang punggung pembangunan.
“Kita, BNK kabupaten telah melakukan upaya-upaya pencegahan. Salah satunya adalah Pencegahan 3K; Konsepsi, Komitmen dan Konsisten,” tambah Dedi.
Baca Juga: Empat Rumah di Sindang Jaya Mulai Dibedah, Bupati Tangerang Letakkan Batu Pertama
Dedi menilai, konsep yang jelas, terencana, matang dan terarah harus ada. Lanjutnya komitmen dari seluruh elemen, pemerintah, penegak hukum dan masyarakat diperlukan, karena narkoba adalah musuh bersama.
“Konsisten dalam hal ini diperlukan, selama narkoba masih ada. Kita tidak boleh lengah dan akan terus berjuang memeranginya. Kerjasama, sinergi, dan gotong royong dari semua unsur dan berkesinambungan, akan membuat kita semua lebih fokus dan kompak dalam memerangi narkoba,” pungkasnya. (aditya)
























