SATELITNEWS.ID, PINANG—Keluarga Joko Susanto (32) warga RT 3 RW 3 Kelurahan Kunciran Jaya, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang mengaku sudah ikhlas menerima kejadian ini. Diwakili pamannya, M Soleh, keluarga menilai kejadian yang menimpa keponakannya itu adalah sebuah musibah.
“Perlahan-lahan kami sudah menerima ini sebagai suatu masibah yang mungkin sudah ditakdirkan, hanya kebetulan saja setelah vaskin,” ujarnya usai menerima kunjungan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang di rumahnya, Kamis, (1/7/2021).
Soleh melanjutkan, meninggalnya Joko memang sulit dibuktikan bila disangkut pautkan dengan vaksin Covid-19. Lantaran, proses skrining yang singkat. Hal itu dia ketahui setelah membaca sebuah artikel dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). “Karena dari IDI juga saya baca artikelnya sulit dibuktikan orang meninggal karena vaksin karena proses skriningnya yang singkat perlu penelitian panjang,” kata dia.
Meski demikian, pada intinya kata Soleh keluarga yang ditinggalkan almarhum Joko sudah ikhlas. “Intinya gini ya, sudah lah ini sudah terjadi. Tapi kasus ini buat penelitian untuk dunia kesehatan. Kami sudah ikhlas menerima ini sebagai musibah yang kebetulan meninggal setelah vaskin. Saya kira kejadian tidak perlu menyurut kan masyarakat untuk vaksin,” jelas Soleh.
Istri almarhum, Putri Rahmawati berusaha nampak tegar meski sulit menyembunyikan kesedihannya. Saat kunjungan para petinggi Pemkot Tangerang, wanita 31 itu tak banyak buka suara. Keluarga alhamarhum Joko mendapat kunjungan dari sejumlah petinggi di Pemerintahan Kota Tangerang. Diantaranya, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gatot Wibowo, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jamaludin, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial untuk Dinsos, Eep Ruli Hasan. (irfan/made)
























