SATELITNEWS.ID, TANGERANG–Kebutuhan Oksigen di Kota Tangerang semakin meningkat. Bahkan di rumah sakit ketersediaannya menipis. Hal tersebut terlihat dari banyaknya warga yang berdatangan membeli Oxygen di toko-toko yang menjualnya.
Salah satu warga, Geri (33) mengatakan, dirinya membeli Oksigen untuk kebutuhan adiknya yang tengah melakukan isolasi mandiri karena terpapar Covid-19. Kata dia, hal itu dilakukan lantaran ketersediaan Oksigen di rumah sakit menipis.
“Jadi saya cari di rumah sakit sudah kehabisan dan puskesmas Pondok Bahar juga, ini saya beli 1 tabung untuk adik saya yang lagi isolasi,” ujarnya kepada SatelitNews.ID, Senin, (05/07/2020).
Habisnya Oksigen juga membawa duka bagi warga Pondok Bahar, Kecamatan Karang Tengah ini. Lantaran, ayahnya yang menderita sesak nafas tak tertolong karena kehabisan stok Oksigen.
“Jadi akhirnya orangtua saya (ayah) nggak ketolong gitu (meninggal). Sesak nafas, bukan Covid-19. Sudah kita tes (tes Covid-red) soalnya, sesak nafas sama demam, jadi nggak ada gejala Covid-19,” ungkapnya.
Namun begitu, Geri ikhlas menerima kepergian ayahnya. Menurutnya hal ini merupakan takdir yang tak bisa dihindarkan.
Baca Juga: Layanan SIM Kota Tangerang Sabtu 6 Juni 2026, Cek Lokasinya
Pantauan SatelitNews.ID di pengisian tabung Eka Medical Oxygen di jalan KH Hasyim Ashari, No 9, Kota Tangerang sejumlah pembeli mengantre untuk mengisi ulang tabung Oksigen mereka. Hal itu disebabkan, stok oksigen di rumah sakit mulai menipis.
Harga tabung Oksigen pun naik. Untuk ukuran besar 6 meter kubik yang semula Rp 100 ribu menjadi Rp 120 ribu per tabung. Sedangkan untuk yang ukuran satu meter kubik dipatok Rp 30 ribu, satu setengah meter kubik Rp 40 ribu dan dua meter kubik Rp 50 ribu. “Sehari lima puluhan yang isi ulang di sini,” ujar pegawai Eka Medical Oxygen Davi. (irfan/made)
