SATELITNEWS. ID, SN—Provinsi Banten masuk ke dalam lima besar daerah dengan penularan Covid-19 terbanyak belakangan ini. Provinsi Tanah Jawara berada di nomor empat dengan 4.000 kasus dalam sebulan terakhir.
Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin menyebutkan ada sejumlah penyebab tingginya angka penularan Covid-19 di Banten. Yang pertama adalah minimnya kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. Penyebab berikutnya adalah masih terdapat beberapa kelompok yang enggan divaksinasi karena adanya provokasi.
“Karena di Banten kepatuhan prokes masih minim, maka Banten kini menempati posisi 4 provinsi yang penularan Covid-19 nya tertinggi” ujar Ma’ruf Amin saat menggelar rapat koordinasi secara virtual dengan Gubernur, Wali Kota,
Bupati dan unsur Forkopimda, se-Provinsi Banten terkait Penanganan Covid-19, Rabu (14/07/21).
Wapres menambahkan, capaian vaksinasi di Provinsi Banten mengalami penurunan selama masa PPKM darurat. Hal itu disebabkan kurangnya sumber daya manusia tenaga kesehatan. Sebagian tenaga kesehatan saat ini ikut tertular Covid-19.
“Capaian vaksinasi selama PPKM Darurat mengalami penurunan yang dikarenakan banyaknya nakes yang terkena Covid-19,” kata Wapres.
Gubernur Banten Wahidin Halim menanggapi minimnya disiplin protokol kesehatan. Dia mengungkapkan Pemerintah Provinsi Banten akan meningkatkan sosialisasi protokol kesehatan kepada masyarakat. Pemprov juga akan membatasi mobilitas masyarakat melalui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.
“Kami sekarang konsentrasi di hulu. Bekerja sama dengan berbagai kelompok masyarakat mengadakan sosialisasi untuk mencegah kepanikan di masyarakat,” ungkap Gubernur, Rabu (13/7/2021).
Dikatakan Wahidin, untuk menekan peningkatan kasus Covid-19 Pemprov Banten akan menggunakan pendekatan model Program Keluarga Berencana (KB).
“Ada petugas di lapangan, ada posko, melibatkan tokoh masyarakat, serta tokoh agama,” jelas Gubernur.
Terkait vaksinasi Covid-19, dijelaskan Gubernur, vaksin yang dikirim ke Provinsi Banten masih terbatas. Sementara Bupati dan Walikota mengharapkan vaksin segera dikirim.
“Kami bekerjasama dan didukung oleh TNI, Kepolisian dan Kejaksaan,” ungkap Gubernur, saat menjelaskan kegiatan sosialisasi dan pelaksanaan vaksinasi Covid-19.
“Untuk meningkatkan cakupan vaksinasi, petugas akan melakukan jemput bola,” tambahnya.
Dijelaskan Gubernur, untuk mengurangi tekanan tingkat keterisian (Bed Occupancy Rate/BOR) rumah sakit yang saat ini mencapai 91 persen akan menambah rumah singgah hingga 400 tempat tidur.
Ditambahkan, kelangkaan obat dan oksigen di pasaran, turut mendorong masyarakat yang melakukan isolasi mandiri untuk mendapatkan obat dan oksigen dari rumah sakit. Selain itu, rumah sakit di Provinsi Banten juga tidak bisa menolak pasien Covid-19 dari luar wilayah.
Dalam rapat tersebut, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menyatakan pihaknya menargetkan 10 ribu dosis vaksinasi dilakukan dosis perminggu. Target itu tercipta karena Kabupaten Tangerang merupakan wilayah dengan jumlah populasi terbanyak se-Provinsi Banten, dengan total 4 juta jiwa.
Namun Zaki menyayangkan masih kurangnya pengiriman vaksin yang diterima oleh pihak Kabupaten Tangerang. Oleh karenanya, Bupati berharap bantuan volume vaksin yang besar untuk masyarakat Kabupaten Tangerang.
“Bantuan volume vaksin yang besar sangat dibutuhkan Kabupaten Tangerang mengingat jumlah penduduk besar serta banyaknya jumlah pasien yang aktif. Sselain itu pasien Covid-19 yang ada di Kabupaten Tangerang juga berasal dari luar seperti Bogor, Depok dan lain sebagainya,” jelas Bupati Zaki. (alfian)