Survei LSI Perlihatkan Tingkat Kepuasan Terhadap Kinerja Jokowi Turun
SATELITNEWS.ID, JAKARTA—Lembaga Survey Indonesia (LSI) mempublikasikan hasil survei nasional Sikap Publik Terhadap Vaksin dan Program Vaksin Pemerintah, Minggu (18/7/2021). Survei yang dilakukan pada 20 hingga 25 Juni 2021 itu juga memperlihatkan persepsi masyarakat tentang penanganan wabah yang dilakukan Pemerintah di bawah pimpinan Presiden Joko Widodo.
Hasil survei menunjukkan mayoritas publik 59.6 persen merasa sangat atau cukup puas dengan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menangani wabah virus Corona (Covid-19). Sekitar 37.1 persen tidak puas. Meskipun 59.6 persen puas, namun tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden dalam menangani wabah Covid-19 mengalami penurunan dalam enam bulan terakhir.
Selanjutnya hasil survei memperlihatkan 43 persen publik merasa cukup atau sangat percaya bahwa pemerintahan Joko Widodo bisa bekerja secara baik dalam mengatasi masalah wabah Covid-19. Sementara 32 persen menjawab biasa saja dan 22.6 persen sangat tidak percaya atau tidak percaya. Survei juga menunjukkan dalam menangani Covid-19 cenderung turun dalam empat bulan terakhir.
Sebanyak 50.7 persen warga memilih agar pemerintah lebih memprioritaskan masalah perekonomian. Sementara 46.2 persen lebih memilih pemerintah untuk memprioritaskan masalah kesehatan. LSI juga menyampaikan bahwa televisi, aplikasi chat WhatsApp, Facebook dan mesin pencari (Google dll) merupakan media yang banyak digunakan warga untuk mencari berita tentang Covid-19.
“Dibandingkan survei September tahun lalu, dukungan pada prioritas ekonomi tampak meningkat sekarang,”bunyi pernyataan LSI di lamannya.
Survei nasional Sikap Publik Terhadap Vaksin dan Program Vaksin Pemerintah yang dilakukan Lembaga Survey Indonesia dilaksanakan dengan menggunakan kontak telepon kepada responden. Sampel sebanyak 1.200 responden dipilih secara acak dari kumpulan sampel acak survei tatap muka langsung yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia pada rentang Maret 2018 hingga Juni 2021.
Sebanyak 296.982 responden yang terdistribusi secara acak di seluruh Indonesia pernah diwawancarai secara tatap muka langsung dalam rentang 3 tahun terakhir. Secara rata-rata, sekitar 71% di antaranya memiliki nomor telepon. Jumlah sampel yang dipilih secara acak untuk ditelpon sebanyak 7.477 data, dan yang berhasil diwawancarai dalam durasi survei yaitu sebanyak 1.200 responden.
Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 1.200 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error atau MoE) sekitar ±2.88% pada tingkat kepercayaan 95%. Sampel berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional. (gatot)